Hatta: Jika ekspor barang mentah kita dianggap bodoh
Senin, 24 Juni 2013 - 12:11 WIB
Hatta: Jika ekspor barang mentah kita dianggap bodoh
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa membeberkan keinginan pemerintah untuk mengambil alih PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dari perusahaan Jepang (Nippon Asahan Aluminium).
Hatta menuturkan, apabila Indonesia terus menerus mengekspor barang mentah bisa dianggap sebagai bangsa yang bodoh.
"Kalau jual barang mentah saja kan tidak bersyukur, dan alangkah bodohnya kit ini kalau jual barang mentah," ujarnya di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (24/6/2013).
Industri aluminium, kata dia, jika dilihat dari hilirisasinya sangat besar. Perkantoran termasuk di kementerian dan perumahan di Indonesia banyak menggunakan aliminium.
"Aluminium itu hilirnya besar sekali. Lihat contoh rak-rak buku dan filing cabinet, rangka kusen, rangka rumah semua itu pakai aluminium. Industri dan transmisi listrik juga. Diperkirakan penggunaanya terus meningkat di masa depan," tuturnya.
Dia mengatakan, devisa dari ekspor barang jadi bauksit yaitu aluminium sangat besar. Karena itu, sangat disayangkan jika Indonesia terus menerus ekspor barang mentah seperti ke China.
"Bauksit itu hulunya, smelter yang menjadikan aluminium. Itu diproses di Inalum. Pokoknya jangan berhenti di barang mentah, harus sampai hilir. Membuat pesawat, panci, banyak hilirnya, dan akan banyak devisa yang bisa kita dapat," ujar Hatta.
Menteri asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan, cadangan bauksit Indonesia miliaran ton. "Cadangan bauksit kita miliaran ton, sebanyak 40 juta ton diekspor ke China," pungkas dia.
Hatta menuturkan, apabila Indonesia terus menerus mengekspor barang mentah bisa dianggap sebagai bangsa yang bodoh.
"Kalau jual barang mentah saja kan tidak bersyukur, dan alangkah bodohnya kit ini kalau jual barang mentah," ujarnya di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (24/6/2013).
Industri aluminium, kata dia, jika dilihat dari hilirisasinya sangat besar. Perkantoran termasuk di kementerian dan perumahan di Indonesia banyak menggunakan aliminium.
"Aluminium itu hilirnya besar sekali. Lihat contoh rak-rak buku dan filing cabinet, rangka kusen, rangka rumah semua itu pakai aluminium. Industri dan transmisi listrik juga. Diperkirakan penggunaanya terus meningkat di masa depan," tuturnya.
Dia mengatakan, devisa dari ekspor barang jadi bauksit yaitu aluminium sangat besar. Karena itu, sangat disayangkan jika Indonesia terus menerus ekspor barang mentah seperti ke China.
"Bauksit itu hulunya, smelter yang menjadikan aluminium. Itu diproses di Inalum. Pokoknya jangan berhenti di barang mentah, harus sampai hilir. Membuat pesawat, panci, banyak hilirnya, dan akan banyak devisa yang bisa kita dapat," ujar Hatta.
Menteri asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan, cadangan bauksit Indonesia miliaran ton. "Cadangan bauksit kita miliaran ton, sebanyak 40 juta ton diekspor ke China," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :