IHSG diperkirakan lanjutkan pelemahan

Selasa, 25 Juni 2013 - 08:37 WIB
IHSG diperkirakan lanjutkan...
IHSG diperkirakan lanjutkan pelemahan
A A A
Sindonews.com - Sejumlah pengumuman positif atas status ekonomi Indonesia ditambah positifnya data-data ekonomi diharapkan mampu mengimbangi sentimen negatif yang masih berhembus dan mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang memproyeksikan, IHSG pada perdagangan hari ini akan berada pada kisaran 4.371-4.517. Bila dipandang secara teknikal dengan pola four black crows di area oversold terbentuk atas IHSG mengindikasikan kelanjutan kejatuhan di hari Selasa.

"Perkembangan positif terbaru setelah BBM bersubsidi dinaikkan, lembaga pemeringkat internasional Moody's meningkatkan prospek peringkat utang Indonesia menjadi positif dari stabil di level Baa3, didorong oleh perubahan anggaran negara yang lebih sehat pada 2013. Bahkan bukan mustahil S&P akan menaikkan rating Indonesia menjadi investment grade ke depannya," kata Edwin, Selasa (25/6/2013).

Dari luar negeri, pergerakan pasar diwarnai oleh pemangkasan prospek GDP China yang menandakan adanya pelambatan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Setelah di awal perdagangan hingga siang hari Dow Jones sempat turun 250 poin akibat Goldman Sachs menurunkan prospek GDP tahun 2013 China menjadi 7,4 persen dari sebelumnya 7,8 persen.

Selain itu, pernyataan Bank Sentral China yang mengatakan perbankan China perlu bekerja lebih baik untuk mengelola posisi kas dan kredit mereka karena Bank Sentral China akan mengubah China dari negara credit driven investment (investasi akan didorong oleh kredit murah) menjadi bukan oleh kredit murah lagi, bahkan mungkin menghentikan pemberian kredit murah.

Akibatnya Bursa Shanghai turun 5,3 persen, bahkan saham sektor perbankan turun 7 persen. Tetapi kondisi berangsur membaik, sehingga di akhir perdagangan Dow Jones terkoreksi 139,84 poin (0,94 persen) ditutup pada level 14.659,56 diikuti kenaikan The Vix 6,4 persen ditutup pada level 20,11.

Akibat reaksi berlebihan investor domestik atas kondisi China dan penurunan prospek China oleh Goldman Sachs yang mengakibatkan IHSG jatuh pada perdagangan Senin.

Padahal struktur pembentuk GDP Indonesia dan China jauh berbeda, dimana GDP Indonesia didorong terbesar hampir 70 persen dari konsumsi dalam negeri serta pembentukan modal tetap dan tidak ada credit bubble di Indonesia di tengah ekspor Indonesia ke China sebagian besar hanya berupa komoditas.

Dari luar negeri, indeks saham Asia memperpanjang pelemahannya meski telah tertekan sangat dalam dan memasuki area oversold-nya.

Setelah sentimen dari hasil pertemuan The Fed sebelumnya mulai berkurang, kali ini justru sentimen negatif datang dari internal Asia, dimana pelaku pasar melihat mulai melambatnya ekonomi China yang disertai dengan krisis likuiditas kasnya.

Ditambah lagi dengan penilaian Goldman Sachs Group Inc yang memangkas pertumbuhan untuk China di tahun 2013 semakin menyuramkan laju indeks saham Asia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Covid Naik Bikin IHSG...
Covid Naik Bikin IHSG Tercekik, Analis: Tak Akan Separah 2020
Tren Jangka Pendek IHSG...
Tren Jangka Pendek IHSG Aman Jika Tak Sentuh Level 5.972
Dipicu Lonjakan Kasus...
Dipicu Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Berpeluang Terkonsolidasi
IHSG Berbalik Melemah...
IHSG Berbalik Melemah Pagi Ini Usai Kehilangan 3,41 Poin
Ditutup di Zona Hijau,...
Ditutup di Zona Hijau, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000
187 Saham Menguat Bikin...
187 Saham Menguat Bikin IHSG Pagi Ini Dibuka Kokoh
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
1 jam yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
1 jam yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
2 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
2 jam yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
3 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
13 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan...
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved