Ditekan aksi jual, IHSG berpeluang menguat
Rabu, 26 Juni 2013 - 08:37 WIB
Ditekan aksi jual, IHSG berpeluang menguat
A
A
A
Sindonews.com - Positifnya Dow Jones yang didukung stabilnya USD/IDR serta sudah sangat murahnya valuasi banyak saham saat ini menjadi katalis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat dalam perdagangan Rabu ini, setelah semua berita negatif di price-in market.
Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang memperkirakan IHSG akan berada pada kisaran level 4.362-4.486. Pola five black crows di area oversold terbentuk atas IHSG mengindikasikan kelanjutan kejatuhan terbatas di hari Rabu.
"Namun, potensi penguatan masih ada di tengah investor asing yang sudah membukukan net sell year to date (1 Januari-24 Juni 2013) sebesar Rp 1,88 triliun," ujar dia, Rabu (26/6/2013).
Tetapi, Edwin menduga investor asing berusaha untuk menjatuhkan kembali IHSG . "Mereka berharap bisa membeli banyak saham berfundamental kuat dengan harga lebih murah setelah mereka melakukan aksi Jual dalam jumlah masif," tandasnya.
Dari AS, sebenarnya angin postif yang berhembus sudah cukup kuat. Hal ini karena membaiknya empat data ekonomi penting AS menjadi faktor menguatnya Dow Jones sebesar 100,75 poin (0,69 persen) ditutup pada level 14.760,31 diikuti penurunan 8,16 persen ditutup pada level 18,47.
Adapun empat data penting AS tersebut, antara lain home prices the S&P/Case Shiller composite index of 20 metropolitan areas bulan April yang naik sebesar 1,7 persen yang merupakan kenaikan tertinggi selama 7 tahun terakhir.
Kedua, data tentang naiknya penjualan new single-family homes bulanan sebesar 2,1 persen menjadi sebesar 476 ribu atau naik tertinggi selama 5 tahun terakhir.
Ketiga, consumer confidence bulan Juni naik tertinggi sejak Januari 2008 pada level 81,4 dari level 74,3 di bulan sebelumnya.
Terakhir soal durable goods orders bulan Mei yang naik 3,6 persen, naik lebih tinggi dari ekspektasi awal dan lebih tinggi dari data bulan April.
Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang memperkirakan IHSG akan berada pada kisaran level 4.362-4.486. Pola five black crows di area oversold terbentuk atas IHSG mengindikasikan kelanjutan kejatuhan terbatas di hari Rabu.
"Namun, potensi penguatan masih ada di tengah investor asing yang sudah membukukan net sell year to date (1 Januari-24 Juni 2013) sebesar Rp 1,88 triliun," ujar dia, Rabu (26/6/2013).
Tetapi, Edwin menduga investor asing berusaha untuk menjatuhkan kembali IHSG . "Mereka berharap bisa membeli banyak saham berfundamental kuat dengan harga lebih murah setelah mereka melakukan aksi Jual dalam jumlah masif," tandasnya.
Dari AS, sebenarnya angin postif yang berhembus sudah cukup kuat. Hal ini karena membaiknya empat data ekonomi penting AS menjadi faktor menguatnya Dow Jones sebesar 100,75 poin (0,69 persen) ditutup pada level 14.760,31 diikuti penurunan 8,16 persen ditutup pada level 18,47.
Adapun empat data penting AS tersebut, antara lain home prices the S&P/Case Shiller composite index of 20 metropolitan areas bulan April yang naik sebesar 1,7 persen yang merupakan kenaikan tertinggi selama 7 tahun terakhir.
Kedua, data tentang naiknya penjualan new single-family homes bulanan sebesar 2,1 persen menjadi sebesar 476 ribu atau naik tertinggi selama 5 tahun terakhir.
Ketiga, consumer confidence bulan Juni naik tertinggi sejak Januari 2008 pada level 81,4 dari level 74,3 di bulan sebelumnya.
Terakhir soal durable goods orders bulan Mei yang naik 3,6 persen, naik lebih tinggi dari ekspektasi awal dan lebih tinggi dari data bulan April.
(rna)
Lihat Juga :