Perusahaan rokok di Thailand protes aturan baru

Rabu, 26 Juni 2013 - 13:47 WIB
Perusahaan rokok di...
Perusahaan rokok di Thailand protes aturan baru
A A A
Sindonews.com - Sejumlah perusahaan rokok memprotes kebijakan pemerintah Thailand yang akan mengeluarkan peraturan baru soal kemasan. Diketahui, Thailand memperkenalkan peringatan anti-merokok yang lebih besar dan lebih menonjol sekitar 50-85% di kedua sisi bungkus rokok. Aturan tersebut akan mulai berlaku pada Oktober 2013.

Japan Tobacco International (JTI), salah satu produsen rokok terbesar di dunia dengan merek Winston dan Benson & Hedges mengatakan, perubahan yang direncanakan Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand akan mengganggu usahanya di negara tersebut.

"Dalam rangka melindungi kemampuannya untuk terus menggunakan merek dagang dan kunci di Thailand, JTI telah memulai tantangan hukum terhadap pemberitahuan ini," kata perusahaan itu dalam pernyataannya, seperti dilansir dari Channel News Asia, Rabu (26/6/2013).

Perusahaan menambahkan, bahwa perokok dewasa harus "tepat informasi" sebelum memutuskan merokok dan menjadi perokok "harus terus diingatkan" tentang risiko kesehatan. "Namun, JTI tidak percaya meningkatkan ukuran grafis peringatan kesehatan dengan menutupi 85% kemasan rokok akan efektif atau proporsional," ujarnya.

Philip Morris, produsen merek global Marlboro, dan ratusan ritel di Thailand sebelumnya telah memperingatkan, bahwa mereka akan menuntut otoritas kesehatan Thailand dan mengklaim pemerintah tidak berkonsultasi dengan industri atas rencana perubahan tersebut.

"Dampak negatif dari kebijakan ini akan berimbas pada merek dagang kami, dan fakta Kementerian telah mengabaikan suara ribuan ritel, sehingga kita tidak punya pilihan selain meminta pengadilan campur tangan," kata juru bicara perusahaan Onanong Pratakphiriya.

Sebelumnya, Philip Morris telah berjuang dalam pertempuran hukum dengan pemerintah Australia, perintis yang memperkenalkan kemasan rokok polos dengan jenis huruf yang sama dan gambar grafis dari perokok yang sakit.

Wakil Menteri Kesehatan Thailand, Cholnan Srikaew menolak ancaman Philip Morris. "Kami memiliki wewenang untuk melakukannya. Hukum memungkinkan kementerian melakukannya," tegas Srikaew, yang berharap jika gambar-gambar diperbesar akan membuat perokok baru berpikir sebelum mereka memutuskan untuk merokok.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Negara Tetangga...
Ekonomi Negara Tetangga Terpuruk Nyaris Krisis, Indonesia Aman?
Demi Gaet Wisatawan...
Demi Gaet Wisatawan China, Thailand Gelontorkan Stimulus Raksasa Rp6,5 Triliun
Kekuatan Ekonomi Thailand...
Kekuatan Ekonomi Thailand vs Kamboja: Siapa yang Lebih Unggul di Tengah Perang?
Ekonomi Thailand Resesi,...
Ekonomi Thailand Resesi, Ini Dampak yang Akan Dialami Indonesia
SCG Tampilkan Inovasi...
SCG Tampilkan Inovasi Hijau untuk Dukung Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
8 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
9 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
11 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
13 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
14 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
15 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Ditunjuk...
6 Jenderal Ditunjuk Menjadi Pangdam di Kodam Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved