Bumi Plc terbitkan SOP baru untuk BRAU

Senin, 01 Juli 2013 - 09:23 WIB
Bumi Plc terbitkan SOP...
Bumi Plc terbitkan SOP baru untuk BRAU
A A A
Sindonews.com - Menghindari risiko terjadinya kesalahan sama yang mengakibatkan hilangnya sekitar USD201 juta dalam laporan keuangan tahun buku 2012 milik PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), Bumi Plc selaku pemilik saham pengendali perseroan menetapkan standard operating procedure (SOP) baru, khusunya bagi dewan direksi BRAU.

Direktur Utama BRAU Eko Santoso mengatakan, dengan adanya SOP baru, direksi hanya berhak atas pengeluaran senilai USD1 juta dibanding sebelumnya dewan direksi memiliki kontrol atas pengeluaran perusahaan hingga USD100 juta

"Jika di atas nominal tersebut harus sepengetahuan financial controller di London," imbuhnya, akhir pekan lalu.

Dengan adanya SOP yang baru, diharapkan mampu meningkatkan transparansi keuangan BRAU kendati memang di sisi lain membuat kewenangan yang nantinya diambil dewan direksi menjadi terbatas.

Perlu diketahui, diterbitkannya SOP baru ini sekaligus mersepon laporan sebelumnya, dimana BUmi Plc pada sekitar akhir Mei merilis kinerja keuangannya. Dalam rilis tersebut, Bumi Plc menderita kerugian USD2,32 miliar, melesat 788 persen dibanding rugi bersih periode sebelumnya sebesar USD337 juta.

Pihak Bumi Plc menuding, kerugian itu dipicu oleh adanya dua pembayaran (payment) senilai USD152 juta di tahun 2012 dan USD49 juta di tahun 2011 yang tidak bisa dibuktikan secara jelas tujuan bisnisnya.

Karena itu, dewan direksi Bumi Plc lantas menyatakan dua pengeluaran senilai USD152 juta di tahun 2012 sebagai pengeluaran lain-lain atau exceptional cost pada laporan keuangannya.

Pengeluaran sebesar USD152 juta itu oleh manajemen BRAU sebelumnya dilaporkan sebagai pengeluaran untuk hauling road (jalan tambang) dan konstruksi yang sedang berlangsung senilai USD79 juta.

Selain itu, BRAU juga mencantumkan transaksi pembayaran tanah sebesar USD42 juta serta USD5 juta dicatatkan sebagai goodwill. Pengeluaran lainnya senilai USD24 juta juga dilaporkan sebagai biaya konsultasi tambahan yang kemudian direklasifikasikan sebagai biaya lain-lain.

Sedangkan, pengeluaran misterius pada tahun 2011 senilai USD49 juta oleh manajemen BRAU sebanyak USD45 juta dilaporkan sebagai reklasifikasi atas harga pokok penjualan (sale cost). Sedangkan, sekitar USD4 juta dicatatkan sebagai aset yang sedang dibangun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Laba UNVR Melonjak 245%,...
Laba UNVR Melonjak 245%, Unilever PLC Optimistis Bisnis di Indonesia Pulih
Resmikan Head Office...
Resmikan Head Office PT MNC Energy Investments Tbk, Ini Pesan Khusus dari HT
PT Pertamina Geothermal...
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Resmi IPO
MNC Energy Investments...
MNC Energy Investments Targetkan Seluruh Tambang Raih Proper Biru di 2026
MNC Energy Investments...
MNC Energy Investments dan KPP Mining Jalin Kerja Sama Jasa Pertambangan Batubara Senilai Rp5 T
Boy Thohir Menjaga Performa...
Boy Thohir Menjaga Performa Bisnis Adaro di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
13 menit yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
9 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
11 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
13 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
14 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
15 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved