Industri jasa Rusia kontraksi pertama dalam 33 bulan
Rabu, 03 Juli 2013 - 16:48 WIB
Industri jasa Rusia kontraksi pertama dalam 33 bulan
A
A
A
Sindonews.com - Industri jasa Rusia pada Juni 2013 mengalami kontraksi untuk pertama kalinya sejak gelombang panas mengganggu bisnis pada Agustus 2010. Hal ini sebagai tanda pengeluaran domestik goyah mengancam prospek pemulihan negara.
HSBC Holdings Plc mencatat Indeks Aktivitas Layanan Bisnis Rusia turun ke penyesuaian musiman 48,8 pada Juni, dari 51,4 pada bulan sebelumnya. Sementara para ekonom memperkirakan penurunan menjadi 51, berdasarkan median dari tiga perkiraan yang dilansir dari Bloomberg, Rabu (3/7/2013). Di mana penurunan di bawah 50 sebagai sinyal kontraksi.
Eksportir energi terbesar di dunia itu gagal mendapatkan traksi untuk menghentikan perlambatan ekonomi yang memangkas pertumbuhan di laju terlemah sejak kontraksi pada 2009.
Menurut HSBC, kekacauan di pasar global bulan lalu, dan ketakutan dari devaluasi rubel telah merusak sentimen konsumen dan bisnis.
"Penyedia layanan baru menanggapi kelemahan masa lalu di bidang manufaktur, dengan kelemahan ini disaring melalui rantai produksi yang panjang ke sektor jasa," kata Alexander Morozov, kepala ekonom Commonwealth of Independent States HSBC di Moskow dalam pernyataannya.
"Penyedia layanan harus melihat permintaan kuat dan pertumbuhan output di jalan jika manufaktur terus tumbuh seperti Juni," tambahnya.
HSBC menyebutkan, volume bisnis baru turun pada Juni untuk pertama kalinya sejak Agustus 2010, di mana harapan untuk 12 bulan mendatang memburuk ke tingkat terlemah dalam empat setengah tahun.
Diketahui, belanja konsumen Rusia melambat pada Mei, dengan pendapatan menyusut untuk pertama kalinya sejak Oktober 2011. Sementara penjualan ritel naik 2,9 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan kenaikan 4,1 persen pada April (badan layanan statistik).
HSBC Holdings Plc mencatat Indeks Aktivitas Layanan Bisnis Rusia turun ke penyesuaian musiman 48,8 pada Juni, dari 51,4 pada bulan sebelumnya. Sementara para ekonom memperkirakan penurunan menjadi 51, berdasarkan median dari tiga perkiraan yang dilansir dari Bloomberg, Rabu (3/7/2013). Di mana penurunan di bawah 50 sebagai sinyal kontraksi.
Eksportir energi terbesar di dunia itu gagal mendapatkan traksi untuk menghentikan perlambatan ekonomi yang memangkas pertumbuhan di laju terlemah sejak kontraksi pada 2009.
Menurut HSBC, kekacauan di pasar global bulan lalu, dan ketakutan dari devaluasi rubel telah merusak sentimen konsumen dan bisnis.
"Penyedia layanan baru menanggapi kelemahan masa lalu di bidang manufaktur, dengan kelemahan ini disaring melalui rantai produksi yang panjang ke sektor jasa," kata Alexander Morozov, kepala ekonom Commonwealth of Independent States HSBC di Moskow dalam pernyataannya.
"Penyedia layanan harus melihat permintaan kuat dan pertumbuhan output di jalan jika manufaktur terus tumbuh seperti Juni," tambahnya.
HSBC menyebutkan, volume bisnis baru turun pada Juni untuk pertama kalinya sejak Agustus 2010, di mana harapan untuk 12 bulan mendatang memburuk ke tingkat terlemah dalam empat setengah tahun.
Diketahui, belanja konsumen Rusia melambat pada Mei, dengan pendapatan menyusut untuk pertama kalinya sejak Oktober 2011. Sementara penjualan ritel naik 2,9 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan kenaikan 4,1 persen pada April (badan layanan statistik).
(dmd)
Lihat Juga :