IMF: Pakistan sepakati pinjaman USD5,3 miliar

Jum'at, 05 Juli 2013 - 13:26 WIB
IMF: Pakistan sepakati...
IMF: Pakistan sepakati pinjaman USD5,3 miliar
A A A
Sindonews.com - Dana Monter Internasional (IMF) mengumumkan pemerintah baru Pakistan menyepakati pinjaman USD5,3 miliar selama tiga tahun untuk memperbaiki perekonomian yang sedang sakit.

Dilansir dari UPI, Jumat (5/7/2013), dalam situsnya IMF menyebutkan, pinjaman yang akan meningkatkan cadangan devisa Pakistan dibuat di bawah fasilitas dana. Pengumuman tersebut dilakukan dalam sebuah konferensi pers di Islamabad oleh Jeffrey Franks, yang memimpin misi IMF selama negosiasi. Dia bergabung dengan Menteri Keuangan Pakistan Ishaq Dar.

Pinjaman tersebut masih harus mendapatkan persetujuan dari dewan direktur eksekutif IMF, yang diharapkan selesai pada September mendatang.

Dalam sebuah pernyataannya, Frank mengatakan, Pakistan menghadapi tantangan prospek ekonomi, diperparah lingkungan global dan regional yang tidak menentu. Menurutnya, ketidakseimbangan makroekonomi telah dikombinasikan masalah struktural, terutama di sektor energi untuk potensi pertumbuhan negara itu.

Dia menuturkan, pertumbuhan rata-rata hanya 3 persen selama beberapa tahun terakhir, jauh di bawah yang dibutuhkan untuk menyediakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan. Upaya diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan jangka menengah, bergerak ke arah posisi fiskal dan eksternal yang berkelanjutan.

Financial Times menulis, kesepakatan datang saat cadangan devisa Pakistan turun menjadi sekitar USD6 miliar hanya cukup untuk membiayai impor kurang dari enam pekan.

Sementara Times, mengatakan pesan akan sampai ke pemerintah Sharif untuk memastikan disiplin keuangan yang dipersyaratkan program pinjaman IMF. Laporan tersebut mengutip analis, bahwa tanpa disiplin perekonomian tidak lebih stabil.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Profil Kristalina Georgieva,...
Profil Kristalina Georgieva, Mantan CEO Bank Dunia yang Jadi Direktur IMF
IMF: Sistem Perbankan...
IMF: Sistem Perbankan RI Stabil Berkat Kebijakan Berani dan Tepat Waktu
Bom Utang Argentina...
Bom Utang Argentina Siap Meledak, Pembicaraan dengan IMF Stagnan
10 Negara yang Memiliki...
10 Negara yang Memiliki Utang Terbanyak kepada IMF
IMF Proyeksi Ekonomi...
IMF Proyeksi Ekonomi RI Hanya 0,5% di 2020
Respons Permintaan IMF...
Respons Permintaan IMF Soal Pencabutan Hilirisasi, Hipmi: Indonesia Tak Bisa Didikte!
Berita Terkini
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
24 menit yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
1 jam yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
12 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
13 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved