Ini tiga masalah utama dwelling time Tanjung Priok

Selasa, 09 Juli 2013 - 10:29 WIB
Ini tiga masalah utama...
Ini tiga masalah utama dwelling time Tanjung Priok
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan M. Chatib Basri menyebut ada tiga problem utama yang menjadi penyebab lamanya waktu inap barang (dwelling time) di pelabuhan Tanjung Priok.

Pertama, sebutnya, biaya kontainer menginap masih sangat murah, bahkan ada yang mencapai Rp2.200 per meter kubik, sehingga banyak ruang di pelabuhan Tanjung Priok yang berpotensi menjadi gudang dan menghambat pergerakan.

"Bayangkan bayar parkir sekarang Rp4.000 per jam, dikali 24 jam itu. Masa biaya container di sini lebih murah? akibatnya di sini jadi gudang. Kalau jadi gudang, dia (barang) menumpuk maka movement akan susah," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (8/7/2013) malam.

Chatib melanjutkan, yang kedua adalah koordinasi otoritas pelabuhan dengan Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) yang dikelola masing-masing pihak.

"Kemudian yang ketiga juga penting, itu juga kita mau lihat misalnya kontainer yang long stay. Ini tidak bisa kalau dibuat begini terus, mau sampai kapan? Karena kalau terlalu lama akan berubah menjadi gudang dan harus ada upaya menyelesaikan ini," ucap Chatib.

Oleh karena itu, Chatib mengaku akan mencarikan jalan keluar. Dia bahkan telah menugaskan Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar untuk berkantor di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Priok selama dua kali dalam seminggu.

"Jadi ini akan kita coba selesaikan. Pak Mahendra seminggu dua kali akan stay di sini untuk mencari solusi. Intinya yang mau kami bikin itu satu manajemen risiko dan pengawasan itu diperbaiki," pungkas Chatib.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Resmi Menaikkan...
Pemerintah Resmi Menaikkan Cukai Rokok 10 Persen untuk Tahun Depan
DJBC Sulawesi Bagian...
DJBC Sulawesi Bagian Selatan Ikut Meriahkan Hari Bea Cukai ke-75
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Gaji dan Tunjangan Pegawai...
Gaji dan Tunjangan Pegawai Bea Cukai Berbagai Golongan, Ada Sampai Puluhan Juta Sebulan
Sebut Netizen Babu dan...
Sebut Netizen Babu dan Bacot, Pegawai Bea Cukai Ini Kena Sanksi
Pelayanan Bea dan Cukai...
Pelayanan Bea dan Cukai Dipastikan Tetap Lancar Meski Gunakan Sistem Manual
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
1 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
1 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
1 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
2 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
2 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved