Kemenpera jamin Lahat bebas RTLH tahun depan

Sabtu, 13 Juli 2013 - 16:38 WIB
Kemenpera jamin Lahat...
Kemenpera jamin Lahat bebas RTLH tahun depan
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menjamin siap mendorong percepatan program Pemberantasan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Lahat. Saat ini, di Lahat ada sekitar 600 rumah yang dihuni kepala keluarga yang masuk dalam kategori tersebut.

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz menegaskan, dorongan (push) untuk menyelesaikan program ini terus dilakukan. Dia mengakui, sejak dua tahun lalu, telah membantu melakukan renovasi terhadap 800 rumah tak layak huni.

Pada 2014, pihaknya memastikan sebanyak 600 rumah juga akan dibidik untuk direnovasi. "Kabupaten Lahat bukanlah daerah yang termasuk tertinggal. Pemkab terus melakukan rangkulan terhadap rumah tangga yang dinilai tidak mampu. Kita targetkan 2014 semua permasalahan rumah bisa terlesaikan," katanya di Lahat, Sabtu (13/7/2013).

Djan mengatakan, program pemberantasan RTLH ini dikarenakan, lokasi rumah berjarak antara satu rumah dengan rumah lainnya cukup jauh. Artinya, jika mereka berada dalam satu kelompok, tentunya pemerintah akan lebih mudah. "Ini kendala kita. Letak satu titik (rumah) ke titik yang lain cukup berjauhan," ujarnya.

Selain itu, pemberlakuan mekanisme by name by adress (sesuai dengan nama dan tanah) juga wajib dilakukan, mengingat payung hukum kedepannya bagi warga itu sendiri.

Kedatangan Djan ke Lahat juga melakukan peninjauan terhadap bangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Asrama Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Serelo, Lahat.

"Kita (Kemenpera) memang ada programnya. Sesuai dengan permintaan yang diajukan Bupati, jika STIE Serelo peminatnya banyak, bahkan ada yang dari luar Lahat, saya rasa bangunan ini memang wajib kita dirikan," kata dia,

Sementara, Bupati Lahat Saifudin Aswari Rivai menjelaskan, program RTLH ini diharapkan sesuai dengan nama pemilik dan alamatnya. Dia mengaku rumah penduduk tersebut telah didata, dan benar-benar masuk dalam kriteria rumah tidak layak huni.

Seleksi ini dilakukan agar tidak terjadi kecurangan. Pemilik yang terdata dinilai tidak layak huni, ternyata yang bersangkutan memiliki rumah yang lebih baik di Kota Lahat. "Waktu di lapangan, ada rumah harus dibedah, tetapi, kenyataan yang bersangkutan memiliki rumah yang bagus. Hal ini patut dihindari dan menjadi pertimbangan," ungkap dia.

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada perusahaan, tambang salah satunya untuk terlibat dalam program ini. Mereka yang bermukim di ring satu perusahaan wajib untuk dirangkul.

"Setiap tahun kita lakukan sehingga benar-benar tidak ada lagi rumah yang tidak layak huni," tegas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri Basuki Minta...
Menteri Basuki Minta Jangan Tutupi Hak Konsumen Saat Beli Rumah
PNS Pensiun dan Ahli...
PNS Pensiun dan Ahli Waris Siap-siap! BP Tapera Akan Kembalikan Dana Taperum
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan 380.376 Unit di 2021
Percepat Pembangunan...
Percepat Pembangunan SPAM Djuanda, Kementerian PUPR Beri Waktu 2 Minggu Prakualifikasi Lelang
PUPR Bangun Fasilitas...
PUPR Bangun Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Pasca Bencana Gempa Sulteng
Ini Perkembangan Tol...
Ini Perkembangan Tol Semarang-Demak untuk Dukung Kawasan Industri dan Wisata Religi
Berita Terkini
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
18 menit yang lalu
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
1 jam yang lalu
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
2 jam yang lalu
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
2 jam yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
3 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
4 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved