Pedagang diminta tak jual ayam di atas Rp42 ribu/kg
Senin, 15 Juli 2013 - 08:26 WIB
Pedagang diminta tak jual ayam di atas Rp42 ribu/kg
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang Lebaran, pedagang ayam potong diharapkan tidak menjual dagangannya melebihi Rp42 ribu per kilogram (kg) karena tidak wajar dan ada rasio yang harus dipenuhi antara harga ayam dan permintaan masyarakat.
"Kami harapkan kenaikan bulan Ramadan hanya 15 persen. Harapan kami mereka (pedagang ayam potong) jangan jual Rp42 ribu juga lah," kata Ketua Umum Pusat Informasi Pasar Unggas (Pinsar) Hartono kepada Sindonews, belum lama ini.
Dia mengungkapkan, sebenarnya kenaikan harga ayam potong di bulan Ramadan hanya berlangsung empat hari, yaitu dua hari di awal puasa (munggah) dan dua hari menjelang Lebaran.
"Kenaikan di empat hari itu memang bisa mencapai 100 persen. Tetapi hanya di empat hari itu saja, secara rata-rata tetap 15 persen selama Ramadan," ujarnya.
Untuk itu Hartono berjanji akan berusaha mencukupi stok ayam potong selama sebulan ke depan untuk mengantisipasi konsumsi yang meningkat.
"Stok kami sebesar 95 persen dari permintaan seluruh pedagang. Artinya, dari total permintaan sebesar 225 juta ekor ayam broiler, kami memasok sebesar 210 juta ekor. Jadi tidak akan ada keluhan dan stok tercukupi sampai Lebaran," pungkasnya.
"Kami harapkan kenaikan bulan Ramadan hanya 15 persen. Harapan kami mereka (pedagang ayam potong) jangan jual Rp42 ribu juga lah," kata Ketua Umum Pusat Informasi Pasar Unggas (Pinsar) Hartono kepada Sindonews, belum lama ini.
Dia mengungkapkan, sebenarnya kenaikan harga ayam potong di bulan Ramadan hanya berlangsung empat hari, yaitu dua hari di awal puasa (munggah) dan dua hari menjelang Lebaran.
"Kenaikan di empat hari itu memang bisa mencapai 100 persen. Tetapi hanya di empat hari itu saja, secara rata-rata tetap 15 persen selama Ramadan," ujarnya.
Untuk itu Hartono berjanji akan berusaha mencukupi stok ayam potong selama sebulan ke depan untuk mengantisipasi konsumsi yang meningkat.
"Stok kami sebesar 95 persen dari permintaan seluruh pedagang. Artinya, dari total permintaan sebesar 225 juta ekor ayam broiler, kami memasok sebesar 210 juta ekor. Jadi tidak akan ada keluhan dan stok tercukupi sampai Lebaran," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :