Perputaran uang di Bandung diperkirakan Rp5,3 T
Senin, 15 Juli 2013 - 13:38 WIB
Perputaran uang di Bandung diperkirakan Rp5,3 T
A
A
A
Sindonews.com - Perputaran uang di Bandung (cash flow) pada Ramadan tahun ini diperkirakan mencapai Rp5,3 triliun.
Kepala Divisi Sistem Pembayaran Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah VI Jabar Banten, M Gani Aziz memperkirakan, jumlah uang keluar (outflow) dari BI di wilayah Bandung diperkirakan mencapai Rp7,2 triliun. Uang tersebut di tarik masyarakat melalui perbankan, anjungan tunai mandiri (ATM), dan sistem lainnya.
Dibandingkan outflow, angka uang masuk (inflow) justru diprediksi menurun drastis. Nilai uang masuk melalui perbankan diperkirakan sekitar Rp1,9 triliun. "Pada Ramadan uang keluar cenderung lebih besar ketimbang uang masuk (net outflow). Dari angka itu, cash flow Bandung sekitar Rp5,3 triliun," jelas Gani di Bandung, Senin (15/7/2013).
Atas kondisi tersebut, serapan dana pihak ketiga (DPK) perbankan di Bandung diperkirakan mengalami penurunan. Uang akan lebih banyak beredar di masyarakat, lantaran sebagian besar masyarakat membelanjakan uangnya untuk kebutuhan konsumtif saat Ramadan. Selain itu, masyarakat juga dihadapkan pada momen kenaikan kelas dan kenaikan harga BBM bersubsidi.
Menurut dia, angka perputaran uang di Bandung paling tinggi dibandingkan daerah lainnya di Jabar. Kontribusi cash flow Bandung sekitar 80 persen dari cash flow di Jabar. Hal tersebut wajar, lantaran di kawasan ini menjadi pusat bisnis, perdagangan, perkantoran, serta lainnya.
Gani menjelaskan, secara total, BI memprediksi penarikan uang masyarakat saat Ramadan melalui perbankan mencapai Rp9,2 triliun. Jumlah tersebut meningkat sekitar 36 persen dibandingkan 2012 dengan pencapaian outflow sekitar Rp6,6 triliun.
Kepala Divisi Sistem Pembayaran Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah VI Jabar Banten, M Gani Aziz memperkirakan, jumlah uang keluar (outflow) dari BI di wilayah Bandung diperkirakan mencapai Rp7,2 triliun. Uang tersebut di tarik masyarakat melalui perbankan, anjungan tunai mandiri (ATM), dan sistem lainnya.
Dibandingkan outflow, angka uang masuk (inflow) justru diprediksi menurun drastis. Nilai uang masuk melalui perbankan diperkirakan sekitar Rp1,9 triliun. "Pada Ramadan uang keluar cenderung lebih besar ketimbang uang masuk (net outflow). Dari angka itu, cash flow Bandung sekitar Rp5,3 triliun," jelas Gani di Bandung, Senin (15/7/2013).
Atas kondisi tersebut, serapan dana pihak ketiga (DPK) perbankan di Bandung diperkirakan mengalami penurunan. Uang akan lebih banyak beredar di masyarakat, lantaran sebagian besar masyarakat membelanjakan uangnya untuk kebutuhan konsumtif saat Ramadan. Selain itu, masyarakat juga dihadapkan pada momen kenaikan kelas dan kenaikan harga BBM bersubsidi.
Menurut dia, angka perputaran uang di Bandung paling tinggi dibandingkan daerah lainnya di Jabar. Kontribusi cash flow Bandung sekitar 80 persen dari cash flow di Jabar. Hal tersebut wajar, lantaran di kawasan ini menjadi pusat bisnis, perdagangan, perkantoran, serta lainnya.
Gani menjelaskan, secara total, BI memprediksi penarikan uang masyarakat saat Ramadan melalui perbankan mencapai Rp9,2 triliun. Jumlah tersebut meningkat sekitar 36 persen dibandingkan 2012 dengan pencapaian outflow sekitar Rp6,6 triliun.
(izz)
Lihat Juga :