Ini penyebab harga ayam tak stabil
Rabu, 17 Juli 2013 - 14:36 WIB
Ini penyebab harga ayam tak stabil
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Direktur Utama PT Siread Produce Tbk (SIPD), Eko P Sandjojo menerangkan, lemahnya infrastruktur pasca panen menjadi kendala utama industri peternakan dan pakan ayam untuk menjaga harga komoditas daging ayam berada pada level stabil.
"Kendala kita ada di infrastruktur pasca panen. Ayam itu kan tidak bisa ditunggu, harus dipotong tepat waktu. Sementara yang sudah dipotong belum tentu terserap semua kalau permintaannya tidak ada. Jadi, hal ini yang membuat harga ayam sangat volatile," ujar Eko usai rapat umum pemegang saham (RUPS) di Arion Swiss Bell Hotel, Jakarta, Rabu (17/7/2013).
Yang dimaksud infrastruktur pasca panen, Eko menjelaskan adalah fasilitas penyimpanan ayam segar yang sudah dipotong berupa freezer atau mesin pendingin.
"Ayam itu harus dipotong sesuai umurnya, tidak boleh menunggu. Tapi setelah dipotong ini kan belum tentu terjual semua. Kalau ada infrastruktur penyimpanan, kan ayam yang sudah dipotong bisa disimpan dulu ketika permintaan rendah. Sementara kalau permintaan tinggi, ayam potong itu bisa dikeluarkan untuk memenuhi permintaan," lanjut dia.
Sayangnya, kata dia, saat ini fasilitas tersebut masih belum tersedia. Selain biaya pengadaan fasilitas tersebut yang tinggi, dukungan pemerintah juga belum terlalu kuat dalam merespon kendala tersebut.
"Kendala kita ada di infrastruktur pasca panen. Ayam itu kan tidak bisa ditunggu, harus dipotong tepat waktu. Sementara yang sudah dipotong belum tentu terserap semua kalau permintaannya tidak ada. Jadi, hal ini yang membuat harga ayam sangat volatile," ujar Eko usai rapat umum pemegang saham (RUPS) di Arion Swiss Bell Hotel, Jakarta, Rabu (17/7/2013).
Yang dimaksud infrastruktur pasca panen, Eko menjelaskan adalah fasilitas penyimpanan ayam segar yang sudah dipotong berupa freezer atau mesin pendingin.
"Ayam itu harus dipotong sesuai umurnya, tidak boleh menunggu. Tapi setelah dipotong ini kan belum tentu terjual semua. Kalau ada infrastruktur penyimpanan, kan ayam yang sudah dipotong bisa disimpan dulu ketika permintaan rendah. Sementara kalau permintaan tinggi, ayam potong itu bisa dikeluarkan untuk memenuhi permintaan," lanjut dia.
Sayangnya, kata dia, saat ini fasilitas tersebut masih belum tersedia. Selain biaya pengadaan fasilitas tersebut yang tinggi, dukungan pemerintah juga belum terlalu kuat dalam merespon kendala tersebut.
(rna)
Lihat Juga :