Pengusaha Jepang berharap pemotongan pajak

Senin, 22 Juli 2013 - 11:10 WIB
Pengusaha Jepang berharap...
Pengusaha Jepang berharap pemotongan pajak
A A A
Sindonews.com - Kemenangan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam pemilihan di parlemen kemarin, mengokohkan kekuasaan pemerintah Jepang dan memberinya kewenangan bebas melakukan reformasi ekonomi. Hal ini disambut baik para pemimpin bisnis Jepang yang memiliki banyak harapan atas perbaikan ekonomi.

Para pengusaha ingin Abe menggunakan kekuatan barunya memotong pajak perusahaan, kemudahan peraturan, melonggarkan hukum perburuhan, dan bergabung dengan kesepakatan perdagangan bebas internasional.

Mereka menyebut ini sebagai langkah paling menjanjikan untuk mendapatkan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu kembali tumbuh, setelah dua dekade mengalami stagnasi.

"Kita perlu pada pijakan yang sama dengan pesaing di luar negeri," kata Norio Sasaki, wakil ketua dewan Toshiba Corp, pada pertemuan para pemimpin industri di Karuizawa, sebelah barat laut Tokyo, seperti dilansir Bloomberg, Kamis (22/7/2013).

"Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk menghilangkan hambatan bea cukai, seperti melalui perjanjian Trans Pacific Partnership (TTP) dan pemotongan pajak perusahaan," tambahnya.

Yen dan saham di Jepang naik, setelah kemenangan pemilu Partai Demokrat Liberal (LDP), yang memberikan mayoritas suara di parlemen dan langsung memberikan Abe kekuatan untuk mendorong reformasi ekonomi dan deregulasi.

LDP dan koalisi mendapatkan setidaknya 74 dari 121 kursi yang diperebutkan pada 242 kursi majelis tinggi. Koalisi sekarang mengontrol kedua kamar legislatif, untuk pertama kalinya sejak 2007, dan tidak perlu menghadapi pemilihan umum selama tiga tahun.

Beban pajak perusahaan-perusahaan Jepang yang berinvestasi di dalam negeri, merupakan tertinggi kedua dari kelompok negara G7.

Menurut Departeman Keuangan, pajak penghasilan badan usaha di Jepang sebesar 35,6 persen, lebih tinggi dibandingkan China (25 persen) dan Singapura (17 persen). Sementara menurut data OECD (organisasi untuk kerja sama ekonomi dan pembangunan), hanya AS yang memiliki tingkat pajak lebih tertinggi sebesar 39,1 persen.

"Kami ingin pajak perusahaan sejalan dengan negara-negara lain," kata Hiroshi Tomono, ketua Federasi Besi dan Baja Jepang, yang merupakan presiden Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp.

Sebelumnya, Abe mengatakan dirinya ingin mendiskusikan pemotongan pajak penghasilan perusahaan, tanpa memberikan rincian sebelum pemilu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Inflasi Jepang Tembus...
Inflasi Jepang Tembus 4%, Pecah Rekor Pertama Sejak 1981
Berita Terkini
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
40 menit yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
47 menit yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
56 menit yang lalu
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
1 jam yang lalu
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
1 jam yang lalu
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
1 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved