Laba Philips Q2 melonjak 30%

Senin, 22 Juli 2013 - 16:19 WIB
Laba Philips Q2 melonjak...
Laba Philips Q2 melonjak 30%
A A A
Sindonews.com - Laba Royal Philips NV pada kuartal kedua (Q2) 2013 melonjak 30 persen, didorong pertumbuhan pada unit konsumen dan perawatan kesehatan. Di mana permintaan pesanan dipercepat dari wilayah Amerika Utara dan negara-negara berkembang.

Perusahaan berbasis di Amsterdam itu mencatat, laba sebelum bunga, pajak, amortisasi dan satu kali item sebesar 530 juta euro (USD697 juta) dibandingkan 408 juta euro pada tahun sebelumnya.

Keuntungan meningkat untuk kuartal kelima berturut-turut, setelah Chief Executive Officer (CEO) Philips, Frans Van Houten memindahkan konsentrasi ke produk margin yang lebih tinggi, ke divisi pencahayaan dan kesehatan, ditambah perbaikan pada bisnis warisan konsumen elektronik.

Penjualan meningkat menjadi 5,65 miliar euro dari 5,57 miliar euro, mengalahkan perkiraan analis sebesar 5,61 miliar euro. "Sementara pesanan lemah di AS dan Eropa pada kuartal sebelumnya menahan pertumbuhan dan mempercepat kinerja program efisiensi," kata Van Houten, seperti dilansir dari AFP, Senin (22/7/2013).

EBITA (earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) margin Philips, yang digunakan untuk menganalisis profitabilitas operasi sebuah perusahaan sebelum beban non operasi (seperti bunga dan beban lainnya) dan depresiasi serta amortisasi, melebar menjadi 10,7 persen dari 6,1 persen.

EBITA disesuaikan di divisi gaya hidup konsumen melonjak menjadi 84 juta euro dari 48 juta euro, mendaki 7 persen menjadi 338 juta euro di unit perawatan kesehatan dan meningkatkan 43 persen menjadi 166 juta euro di divisi pencahayaan.

Sebelumnya, General Electric Co, pesaing utama dalam peralatan perawatan kesehatan, melaporkan pesanan di Eropa pada kuartal kedua tumbuh untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Sementara Siemens AG (SIE), perusahaan berbasis di Munich akan mengumumkan pendapatan kalender yang sama, pada 1 Agustus.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
24 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
54 menit yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
2 jam yang lalu
Infografis
Putin Umumkan Gencatan...
Putin Umumkan Gencatan Senjata Sepihak selama 30 Jam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved