Pertumbuhan laba bersih Swatch melambat

Selasa, 23 Juli 2013 - 17:14 WIB
Pertumbuhan laba bersih...
Pertumbuhan laba bersih Swatch melambat
A A A
Sindonews.com - Swatch Group, kelompok perusahaan jam tangan terbesar di dunia melaporkan perlambatan laba bersih pada semester pertama 2013, meski mengalahkan ekspektasi analis.

Perusahaan, yang dikenal dengan cased jam tangan warna cerah itu beberapa tahun terakhir telah terbiasa dengan pertumbuhan dua digit, dengan laba bersih naik sebesar 6,1 persen.

Laba bersih perusahaan tercatat sebesar 768 juta franc Swiss (USD820 juta atau 622 miliar euro) selama enam bulan pertama tahun ini.

Sementara penjualan Swatch Grup berada di angka 8,7 persen lebih tinggi pada 4,1 miliar franc Swiss. Pembuat jam menekankan, bahwa hasil itu sebagai korban dari kesuksesan tahun lalu, dengan pertumbuhan muncul lebih lemah dibandingkan pemasukan kuat pada paruh pertama 2012.

Laba bersih sedikit lebih tinggi dibandingkan 733 juta franc perkiraan analis yang disurvei lembaga keuangan AWP, sementara penjualan sesuai dengan proyeksi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok berbasis di Biel ini telah melihat balon bisnis tak pernah puas dari konsumen China untuk jam tangan mewah. Namun, kepala perusahaan Nick Hayek memperingatkan (pada Maret), bahwa pertumbuhan besar tidak bisa berlangsung selamanya.

Selama enam bulan terakhir, ekspor jam tangan Swiss ke China telah melambat, sebagian karena iklan larangan memberikan hadiah dalam dorongan anti-korupsi.

Swatch akan meluncurkan produk baru dalam beberapa bulan mendatang, salah satunya dengan mengintegrasikan perhiasan AS, dan pembuat jam Harry Winston.

Menyusul pengumuman itu, harga saham di Grup Swatch naik 1,89 persen menjadi 539,50 franc Swiss pada awal perdagangan, lebih baik di depan indeks utama bursa Swiss, yang merosot 0,20 persen.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved