BI kaji lakukan swap valas lebih sering

Kamis, 25 Juli 2013 - 12:29 WIB
BI kaji lakukan swap...
BI kaji lakukan swap valas lebih sering
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mengaku sedang melihat kemungkinan untuk melakukan foreign exchange swap (FX swap) atau swap valuta asing (valas) lebih dari sekali dalam sepekan karena minatnya besar.

"Selain itu, agar menciptakan kondisi yang baik bagi pemilik dana maupun investor," ujar Gubernur BI, Agus Martowardojo di gedung BI, Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Kondisi tersebut akan tercipta karena ketika investasi, investor akan melakukan lindung nilai (hedging) yang merupakan instrumen utama dari swap valas tersebut.

"Selain itu, kalau akses permintaan valas yang besar dapat dipenuhi dengan swap valas, maka tekanan pada rupiah akan segera turun," tutur Agus.

Agus menambahkan swap valas memberikan kepastian pada pemilik valas dengan keuntungan dalam tiga atau enam bulan mendatang.

"Itu memberikan kepastian bagi pemilik dana valas. Apabila, dia lepas dana valasnya sekarang atau nanti, di tiga atau enam bulan mendatang, dia bisa dapat dengan harga sesuai dengan yang telah disepakati," pungkasnya.

Seperti diketahui, BI pada 18 Juli lalu telah melakukan lelang swap valas di pasar spot sebesar USD500 juta dengan tenor penjualan kembali satu bulan, tiga bulan dan enam bulan.

Sebanyak 20 bank mengikuti lelang swap valas dengan patokan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) per Kamis (19/7/2013) senilai Rp10.056 per USD.

Adapun total penawaran mencapai lelang swap valas tersebut melonjak mencapai USD1,24 miliar, namun BI hanya menyerap USD600 juta, dengan rincian USD330 juta dengan tenor satu bulan dan sisanya tenor enam bulan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
1 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
4 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
7 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
7 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
8 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
10 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved