Jepang catat kenaikan harga konsumen pertama

Jum'at, 26 Juli 2013 - 10:36 WIB
Jepang catat kenaikan...
Jepang catat kenaikan harga konsumen pertama
A A A
Sindonews.com - Harga konsumen Jepang naik untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu tahun. Namun, analis memperingatkan kenaikan tersebut dipimpin biaya energi yang mahal, bukan uptick luas dari harga barang eceran atau pertumbuhan ekonomi.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang berjanji membalikkan lebih dari satu dekade penurunan harga, telah melepaskan upaya meningkatkan ekonomi berjuluk 'Abenomics', yang menurutnya akan meningkatkan pertumbuhan, menaklukkan deflasi dan akhirnya meningkatkan gaji pekerja.

"Dalam tanda-tanda awal keberhasilan, biaya makanan telah naik dan penurunan harga untuk barang tahan lama, seperti mobil dan mesin cuci menyusut," kata Masahiko Hashimoto, ekonom Daiwa Institute of Research, seperti dilansir dari AFP, Jumat (26/7/2013).

Tapi, dia memperingatkan, bahwa angka pada Juni sebagian besar mencerminkan dari tagihan listrik konsumen yang lebih tinggi daripada jenis inflasi luas.

"Kita tidak bisa selalu mengatakan kenaikan tersebut karena 'Abenomics'. Inflasi yang baik terjadi ketika harga naik karena ekonomi tumbuh. Kita mungkin melihat ini mulai mekar, tapi masih sulit untuk menilai," ujar Hashimoto.

Menurut kementerian urusan internal, tidak termasuk harga volatile makanan segar, harga naik 0,4 persen pada Juni, kenaikan pertama sejak peningkatan 0,2 persen pada April tahun lalu. Itu merupakan keuntungan satu bulan terbesar sejak akhir 2008.

Biaya energi Jepang melonjak ternyata dari impor bahan bakar fosil yang mahal, setelah menutup reaktor nuklirnya di tengah krisis Fukushima dua tahun lalu, kecelakaan atom terburuk dalam satu generasi.

Yen turun tajam, didorong oleh kebijakan ekonomi Tokyo, yang telah mendorong biaya pengiriman yang dihargakan dalam dolar dan barang impor lain. Sementara upah hampir tidak beranjak dalam beberapa tahun.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Inflasi Jepang Tembus...
Inflasi Jepang Tembus 4%, Pecah Rekor Pertama Sejak 1981
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
14 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
24 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
40 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
41 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
51 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved