BNI targetkan fee based income dari transaksi Rp500 M

Minggu, 28 Juli 2013 - 16:55 WIB
BNI targetkan fee based...
BNI targetkan fee based income dari transaksi Rp500 M
A A A
Sindonews.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menargetkan pemasukan fee based income dari transaksi tahun ini mencapai Rp500 miliar. Perseroan juga menargetkan fee based income dari cash management tahun ini sebesar Rp200 miliar.

General Manager Transactional Banking Services BBNI, Iwan Kamaruddin mengatakan, pendapatan dari fee transaksi itu hingga semester pertama tahun ini telah mencapai Rp327 miliar. Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu senilai Rp168 miliar.

Perseroan akan mengejar transaksi dari pihak korporasi besar yang membutuhkan banyak transaksi seperti BUMN. "Nasabah korporasi besar seperti PLN, Telkom, Pertamina dan lainnya sangat memerlukan layanan transaksi elektronik. Wajar fee based income dari jasa transaksional cenderung meningkat," kata Iwan saat jumpa pers akhir pekan lalu.

Menurutnya, nilai transaksi sepanjang tiga tahun terakhir mengalami peningkatan cukup tinggi. Saat ini frekuensi transaksi melalui e-banking mencapai 500 ribu transaksi per bulan. Frekuensi transaksi mengalami peningkatan dan diharapkan mencapai 700 ribu transaksi per bulan hingga akhir tahun.

"Sebelumnya nilai transaksi melalui BNI mencapai Rp29,9 triliun, namun pada 2013 diperkirakan mencapai Rp62,6 triliun," katanya.

Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan layanan cash management sebesar 17,4 persen atau mencapai Rp61,47 triliun pada Juni 2013. Sedangkan di periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp52,33 triliun. Kontribusi cash management dari nasabah korporasi sebesar Rp28,38 triliun atau 45 persen dari portofolio, sedangkan nasabah komersial Rp33,08 triliun atau 54 persen dari portofolio cash management.

Terkait hal itu, perseroan tengah menyiapkan strategi agar mampu bersaing dengan bank lain. Misalnya, meningkatkan sinergi bisnis business banking, consumer dan ritel untuk mengoptimalkan keuntungan melalui pendekatan valuer chain.

Dia menambahkan nasabah cash management perseroan juga tercatat naik 30.515 atau menjadi 184.875 nasabah dibandingkan sebelumnya sebanyak 154.360 nasabah. Nasabah mayoritas berasal dari segmen komersial dan khususnya perusahaan BUMN dan swasta.

"Layanan cash management ini menguntungkan karena bank memperoleh fee based income. BNI meraup fee sebesar Rp327 miliar pada Juni 2013 atau naik 94 persen dari posisi sebelumnya Rp168 miliar," ujarnya.

Dia juga mengatakan transaksi penyaluran kredit valas perseroan tidak terlalu berbeda dari sebelum melemahnya rupiah terhadap dolar. Perseroan tidak memberikan pelayanan yang kompetitif terhadap penyaluran kredit, mengingat mengetatnya net interest margin (NIM) perseroan saat ini. "Suplai yang ketat, jadi problem dan sulit untuk berlaku kompotitif," ujarnya.

Menurut Iwan, suku bunga yang naik juga dianggap sebagai salah satu hambatan perseroan meningkatkan porsi kredit valas. Perseroan juga tidak mau mengambil resiko untuk merubah rencana bisnis yang telah dibuat sebelumnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BNI Hadir Lebih Dekat...
BNI Hadir Lebih Dekat di HUT ke-79, Sapa Nasabah Rayakan Momen Perjalanan Tumbuh Bersama
HUT BNI ke-74, Pegawai...
HUT BNI ke-74, Pegawai dan Serikat Pekerja Sebar 146.000 Paket Sembako
BNI Ubah Jam Operasional...
BNI Ubah Jam Operasional Selama Bulan Ramadan
BNI Catat Kenaikan Transaksi...
BNI Catat Kenaikan Transaksi Nasabah Premium di Private Event BNI-Emirates Travel Fair 2025
Peringati HUT ke-76,...
Peringati HUT ke-76, BNI Terus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan SDM
Bantu Perangi COVID-19,...
Bantu Perangi COVID-19, UKM Binaan BNI Turut Produksi APD
Berita Terkini
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
1 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
2 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
2 jam yang lalu
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Tengah Lonjakan Permintaan
2 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved