Pendapatan TBLA terkoreksi jadi Rp1,68 T
Rabu, 31 Juli 2013 - 14:15 WIB
Pendapatan TBLA terkoreksi jadi Rp1,68 T
A
A
A
Sindonews.com - Pendapatan usaha emiten perkebunan kelapa sawit, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) pada semester I/2013 terkoreksi sekitar 13 persen menjadi Rp1,68 triliun dari Rp1,93 triliun pada semester I/2012.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (31/7/2013) dipaparkan bahwa turunnya pendapatan usaha seiring menurunnya beban pokok penjualan menjadi Rp1,22 triliun dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,35 triliun.
Akibatnya, laba kotor perseroan berkurang dari Rp586,38 miliar menjadi Rp457,71 miliar. Sedangkan, beban penjualan berhasil ditekan menjadi Rp131,04 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp195,5 miliar, namun beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp75,26 miliar dari Rp63,58 miliar.
Perseroan pada periode tersebut berhasil menekan kerugian selisih kurs mata uang asing hampir setengahnya menjadi Rp34,5 miliar dari Rp62,65 miliar. Pendapatan bunga meningkat dari Rp1,28 miliar menjadi Rp8,3 miliar.
Sementara itu, beban bunga dan keuangan melonjak menjadi Rp88,82 miliar dari sebelumnya Rp47,5 miliar dan laba lain-lain turun tipis dari Rp16,87 miliar menjadi Rp16,57 miliar.
Laba bersih perseroan menyusut sekitar 34,32 persen menjadi Rp121,87 miliar dibanding paruh pertama tahun lalu Rp185,55 miliar. Sedangkan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas berkurang 33,98 persen menjadi Rp121,35 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp183,82 miliar.
Laba bersih per saham dasar turun menjadi Rp24,55 dibanding semester I tahun lalu Rp37,19 per lembar.
Kas dan setara kas perseroan pada akhir Juni 2013 naik dua kali lipat menjadi Rp488,61 miliar dari akhir Juni 2012 senilai Rp240,43 miliar. Jumlah aset bertambah menjadi Rp5,37 triliun dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp5,2 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (31/7/2013) dipaparkan bahwa turunnya pendapatan usaha seiring menurunnya beban pokok penjualan menjadi Rp1,22 triliun dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,35 triliun.
Akibatnya, laba kotor perseroan berkurang dari Rp586,38 miliar menjadi Rp457,71 miliar. Sedangkan, beban penjualan berhasil ditekan menjadi Rp131,04 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp195,5 miliar, namun beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp75,26 miliar dari Rp63,58 miliar.
Perseroan pada periode tersebut berhasil menekan kerugian selisih kurs mata uang asing hampir setengahnya menjadi Rp34,5 miliar dari Rp62,65 miliar. Pendapatan bunga meningkat dari Rp1,28 miliar menjadi Rp8,3 miliar.
Sementara itu, beban bunga dan keuangan melonjak menjadi Rp88,82 miliar dari sebelumnya Rp47,5 miliar dan laba lain-lain turun tipis dari Rp16,87 miliar menjadi Rp16,57 miliar.
Laba bersih perseroan menyusut sekitar 34,32 persen menjadi Rp121,87 miliar dibanding paruh pertama tahun lalu Rp185,55 miliar. Sedangkan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas berkurang 33,98 persen menjadi Rp121,35 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp183,82 miliar.
Laba bersih per saham dasar turun menjadi Rp24,55 dibanding semester I tahun lalu Rp37,19 per lembar.
Kas dan setara kas perseroan pada akhir Juni 2013 naik dua kali lipat menjadi Rp488,61 miliar dari akhir Juni 2012 senilai Rp240,43 miliar. Jumlah aset bertambah menjadi Rp5,37 triliun dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp5,2 triliun.
(rna)
Lihat Juga :