Data ekonomi positif, Wall Street cetak rekor

Jum'at, 02 Agustus 2013 - 08:51 WIB
Data ekonomi positif,...
Data ekonomi positif, Wall Street cetak rekor
A A A
Sindonews.com - Indeks utama di Bursa Wall Street ditutup pada rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat setelah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan yang positif dan The Fed menyatakan akan tetap memepertahankan stimulus moneter.

Seluruh saham di indeks S&P 500 ditutup menguat. Sektor keuangan, industri dan konsumen mencatat kenaikan tertinggi. Sementara sektor transportasi di indeks Dow rata-rata naik 3,2 persen dan merupakan penutupan tertinggi.

Saham Google (GOOG.O) naik 1,9 persen menjadi USD904,22, dan Apple (AAPL.O) naik 0,9 persen ke USD456,67. Kedua saham ini memberikan kontribusi terbesar terhadap penguatan indeks S&P 500. Sementara saham JPMorgan Chase (JPM.N) naik 1,5 persen menjadi USD56,54 dan Bank of America (BAC.N) naik 2,4 persen menjadi USD14,95.

Data klaim pengangguran mingguan dan manufaktur lebih baik dari yang diharapkan. Sementara indeks Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas pabrik pada Juli juga naik ke level tertinggi sejak Juni 2011.

"Kita sudah mendengar bahwa semester II akan lebih baik daripada semester I, kami melihat perkembangannya. ISM menunjukkan ekspansi di sejumlah sektor berbeda menjadi salah satu alasan utama Wall Street reli hari ini," kata Managing Director Hightower Advisors, Brian Amidei seperti dilansir Reuters, Jumat (2/8/2013).

Bank sentral di dunia mempertahankan langkah akomodatif pada hari Kamis, dimana Gubernur Bank Sentral Eropa Mario Draghi menegaskan akan mempertahankan tingkat ECB atau kemungkinan menurunkannya untuk jangka panjang. Sementara The Fed menyatakan masih akan melanjutkan program stimulus moneter.

Indeks Dow Jones naik 128,48 poin atau 0,83 persen menjadi 15.628,02; indeks S&P 500 naik 21,14 poin atau 1,25 persen menjadi 1.706,87 dan indeks Nasdaq naik 49,37 poin atau 1,36 persen menjadi 3,675.74.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
23 menit yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
37 menit yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
1 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
1 jam yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
1 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved