China peringatkan produk susu asal Selandia Baru

Senin, 05 Agustus 2013 - 12:29 WIB
China peringatkan produk...
China peringatkan produk susu asal Selandia Baru
A A A
Sindonews.com - Otoritas pemerintah China meningkatkan peringatan kepada konsumen atas produk susu dari perusahaan Selandia Baru. Mereka juga menuntut importir memeriksa catatan penjualan mereka.

Dilansir dari AFP, Senin (5/8/2013), Administrasi Umum Pengawasan Kualitas, Inspeksi dan Karantina (AQSIQ) mengatakan, peringatan kepada konsumen dilakukan menyusul dugaan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit yang berpotensi fatal.

Fonterra, salah satu eksportir susu terbesar di Selandia Baru, mengatakan, tiga batches whey produk - yang digunakan untuk membuat susu formula dan minuman olahraga - telah ditemukan mengandung bakteri clostridium botulinum, yang dapat menyebabkan botulism.

Inspektur AQSIQ di Shanghai telah memerintahkan perusahaan susu formula bayi, Dumex, salah satu dari tiga perusahaan China, yang dikatakan telah menggunakan bahan berpotensi tercemar, untuk "melacak catatan penjualan", kata media pemerintah.

Dalam pernyataan di situsnya, AQSIQ juga meminta pemerintah Selandia Baru mengambil langkah-langkah efektif untuk menjamin keamanan produk susu yang diekspor ke China.

Dumex telah menghasilkan 726 ton produk susu bubuk dengan bahan dari Fonterra 20 ton sudah terjual di pasar domestik China, kata kantor berita resmi Xinhua, mengutip statistik dari pihak berwenang.

Dua perusahaan lainnya diperintahkan Administrasi Makanan dan Minuman China untuk menghentikan penjualan produk yang mengandung bahan-bahan yang dipertanyakan, yaitu Hangzhou Wahaha dan anak perusahaan Coca-Cola di China.

Wahaha mengatakan, bahwa mereka telah menggunakan bahan Fonterra dalam minuman ringan dan tidak terdeteksi bakteri. "Produk yang kami buat telah terjual habis dan kami belum menemukan masalah keamanan pangan," katanya, dalam sebuah pernyataan.

Sementara Coca-Cola menyatakan, pihaknya telah menggunakan 25 kilogram bubuk yang terkena tuduhan untuk minuman Minute Maid-nya, tapi "suhu super tinggi" dalam produksi aman dikonsumsi.

Pemerintah melaporkan, April lalu, sekitar 95 persen impor susu bubuk China pada Januari-Maret berasal dari Selandia Baru, naik sepertiga pada periode yang sama 2012.

Permintaan pasokan susu formula bayi asing telah melonjak sejak 2008, setelah kasus susu formula domestik tercemar melamin kimia, yang mengakibatkan enam anak tewas dan lebih dari 300.000 sakit. Namun, kali ini tidak ada laporan adanya penyakit terkait dengan konsumsi produk Fonterra, yang dibuat pada Mei 2012.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
31 menit yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
44 menit yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
58 menit yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
1 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
1 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
1 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved