Sony tolak proposal hedge fund spin off unit hiburan

Selasa, 06 Agustus 2013 - 10:37 WIB
Sony tolak proposal...
Sony tolak proposal hedge fund spin off unit hiburan
A A A
Sindonews.com - Dewan Direksi Sony Corp dengan suara bulat menolak proposal hedge fund Amerika Serikat (AS) untuk spin off bagian unit hiburan yang menguntungkan.

"Dewan direksi Sony secara bulat menyimpulkan untuk melanjutkan kepemilikan 100 persen bisnis hiburan kami, sebagai jalan terbaik ke depan yang merupakan bagian integral dari strategi Sony," jelas Presiden Sony Corp, Kazuo Hirai dalam surat kepada miliarder AS Daniel Loeb, seperti dilansir dari AFP, Selasa (6/8/2013).

"Kami ... akan terus memberikan pertimbangan penuh sebagai umpan balik konstruktif dari para pemegang saham kami yang berharga," tambah Hirai, yang menjanjikan mempertahankan hubungan produktif dan menyambut dialog berkelanjutan.

Loeb mengatakan, hedge fund telah mengumpulkan saham terbesar di Sony, meminta eksekutif perusahaan untuk spin off sampai 20 persen dari unit hiburan, yang mencakup label musik dan studio film Hollywood.

Loeb, yang terkenal dengan gaya agresif dalam memicu perubahan pada perusahaan sasaran, menegaskan spin off atau pemisahan unit usaha akan membuat manajer unit hiburan lebih akuntabel dan membantu meningkatkan profitabilitas.

Penolakan Sony datang, setelah raksasa elektronik Jepang itu pekan lalu mengatakan, pihaknya telah berayun kembali ke laba bersih sebesar USD35 juta pada kuartal April-Juni (Q2) 2013, membalikkan kerugian tahun sebelumnya.

Sony dan rival domestik telah mengalami restrukturisasi yang menyakitkan bertujuan untuk menghentikan rekor kerugian sebagian besar terkait dengan unit elektronik mereka.

Sektor ini telah menghadapi tantangan serius dalam bisnis televisi akibat margin rendah. Sementara saingan asing termasuk Apple dan Samsung Korea Selatan telah bertiup melewati mereka di sektor smartphone yang menguntungkan.

Eksportir Jepang telah diberi dorongan yang sangat dibutuhkan sejak November, karena yen telah jatuh sekitar 20 persen terhadap dolar, membuat mereka lebih kompetitif di luar negeri sambil menggembungkan nilai pendapatan asing ke dalam negeri.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved