S&P: Perlambatan China picu resesi di Australia

Sabtu, 10 Agustus 2013 - 08:18 WIB
S&P: Perlambatan China...
S&P: Perlambatan China picu resesi di Australia
A A A
Sindonews.com - Standard & Poor`s (S&P) memperingatkan, 'pendaratan keras' ekonomi China bisa menyebabkan pertumbuhan sebesar 5 persen, menyeret Australia ke dalam resesi dan mengirim pengangguran meroket hingga 10 persen.

S&P mengatakan, perlambatan cepat di mitra dagang utama Australia, sebagai skenario "tidak mungkin", melihat ekonomi dari pertambangan kehilangan peringkat kredit triple A-nya .

"Ketidakpastian diperbaharui seputar prospek ekonomi China adalah bayangan panjang atas prospek ekonomi Australia sendiri," tulis S&P dalam laporan terbarunya, seperti dari Straits Times.

"Sedangkan investasi pertambangan tampaknya telah mencapai puncak, dan pertumbuhan PDB Australia sedang melambat," tambahnya.

S&P menegaskan, ekonomi China melambat dan kekhawatiran dari 'hard landing' telah muncul kembali.

Diberitkan sebelumnya, pemerintah Australia memangkas pertumbuhan ekonomi dan perkiraan anggaran pendapatan, serta menegaskan retribusi baru pada deposito bank untuk membantu mencapai surplus anggaran pada tahun fiskal 2016-2017.

Bendahara Negara Chris Bowen mengatakan, pertumbuhan ekonomi Australia akan melambat menjadi 2,5 persen pada tahun keuangan saat ini untuk 30 Juni 2014, turun dari perkiraan anggaran Mei (pertumbuhan PDB sebesar 2,75 persen).

Defisit anggaran untuk tahun fiskal direvisi menjadi 30,1 miliar dolar Aus dari perkiraan pada Mei sebesar 18 miliar dolar Aus. Bowen memperkirakan pendapatan turun 33 miliar dolar Aus selama empat tahun ke depan yang memaksa pemerintah mencari jalan terbaru.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
2 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved