Promo Liberalisasi Perdagangan, Bos Bank Sentral China Blak-blakan Soal Ancaman Tarif AS
Senin, 28 April 2025 - 09:38 WIB
loading...
Gubernur bank sentral China melayangkan, kritik terhadap Amerika Serikat (AS) karena mengancam stabilitas keuangan global dengan penyalahgunaan tarif. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Gubernur bank sentral China melayangkan, kritik terhadap Amerika Serikat (AS) karena mengancam stabilitas keuangan global dengan penyalahgunaan tarif belum lama ini. Pernyataan ini disampaikan ketika kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu sedang mencoba meredam tensi perang dagang .
"Penyalahgunaan tarif baru-baru ini oleh Amerika Serikat telah melanggar hak dan kepentingan yang sah dari negara lain. Hal itu secara serius merusak sistem tata kelola multilateral berbasis aturan, memberikan pukulan berat bagi tatanan ekonomi global, dan melukai stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global jangka panjang," kata Gubernur Bank Rakyat China, Pan Gongsheng.
Dalam sebuah pernyataan di akhir pertemuan komite pengarah Dana Moneter Internasional (IMF), Ia mengatakan "Hal ini juga memicu fluktuasi tajam di pasar keuangan global," sehingga mengancam stabilitas keuangan global dan menimbulkan tantangan bagi negara-negara berkembang.
Baca Juga: China Mengancam Negara-negara yang Negosiasi Tarif dengan Trump
Pan menambahkan, bahwa ada kebutuhan mendesak bagi negara-negara untuk memperkuat koordinasi kebijakan dan mempromosikan liberalisasi perdagangan.
Sebagai informasi sebelumnya China membebaskan beberapa impor AS dari tarif tinggi sebagai sinyal perang dagang antara dua ekonomi teratas dunia bisa mereda. Meski begitu Beijing menepis pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyenbutkan bahwa negosiasi AS-China sedang berlangsung.
Dalam pernyataan itu, Pan juga mengatakan bank sentral China akan menurunkan rasio persyaratan cadangan dan suku bunga kebijakan "sebagaimana dijamin oleh perkembangan ekonomi dan keuangan di dalam dan luar negeri, serta kinerja pasar keuangan."
"Penyalahgunaan tarif baru-baru ini oleh Amerika Serikat telah melanggar hak dan kepentingan yang sah dari negara lain. Hal itu secara serius merusak sistem tata kelola multilateral berbasis aturan, memberikan pukulan berat bagi tatanan ekonomi global, dan melukai stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global jangka panjang," kata Gubernur Bank Rakyat China, Pan Gongsheng.
Dalam sebuah pernyataan di akhir pertemuan komite pengarah Dana Moneter Internasional (IMF), Ia mengatakan "Hal ini juga memicu fluktuasi tajam di pasar keuangan global," sehingga mengancam stabilitas keuangan global dan menimbulkan tantangan bagi negara-negara berkembang.
Baca Juga: China Mengancam Negara-negara yang Negosiasi Tarif dengan Trump
Pan menambahkan, bahwa ada kebutuhan mendesak bagi negara-negara untuk memperkuat koordinasi kebijakan dan mempromosikan liberalisasi perdagangan.
Sebagai informasi sebelumnya China membebaskan beberapa impor AS dari tarif tinggi sebagai sinyal perang dagang antara dua ekonomi teratas dunia bisa mereda. Meski begitu Beijing menepis pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyenbutkan bahwa negosiasi AS-China sedang berlangsung.
Dalam pernyataan itu, Pan juga mengatakan bank sentral China akan menurunkan rasio persyaratan cadangan dan suku bunga kebijakan "sebagaimana dijamin oleh perkembangan ekonomi dan keuangan di dalam dan luar negeri, serta kinerja pasar keuangan."
Lihat Juga :