Masih malas, IHSG akan bergerak sideways

Selasa, 13 Agustus 2013 - 08:45 WIB
Masih malas, IHSG akan...
Masih malas, IHSG akan bergerak sideways
A A A
Sindonews.com - Setelah sempat terjungkal di awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya masih akan bergerak sideways terimbas masih minimnya sentimen positif yang ada pasca libur panjang Lebaran.

"Dalam perdagangan Selasa ini, IHSG saya perkirakan juga belum banyak bergerak alias sideways," ujar Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Selasa (13/8/2013).

Dimana, lanjut Edwin, fokus perdagangan kembali tertuju atas saham berbasis komoditas seiring kenaikan tajam harga timah dan nikel ditengah stabilnya harga minyak mentah, Nymex Oil, di kisaran USD106/barrel yang kemudian diharapkan dapat mendorong perbaikan harga coal setelah data EXIM China menunjukkan kenaikan cukup signifikan.

Bahkan, tambahnya, secara teknikal pun, IHSG masih menunjukkan tren bearish yang membuatnya betah berada di zona merah.

"IHSG akan berada pada kisaran 4,551 - 4,628. Pola Black Opening Marubozu terbentuk atas IHSG mengindikasikan Bearish Reversal di hari Selasa," pungkasnya.

Menilik perdagangan kemarin, setelah minggu lalu Dow Jones turun -232.85 poin (-1.49 persen) yang menjadikan minggu terburuk sejak Juni 2013, seiring kecilnya alasan investor untuk melakukan pembelian maka di awal pekan Dow Jones kembali terkena minor profit taking sebesar -5.83 poin (-0.04 persen).

Dow Jones pun akhirnya ditutup di level 15419.68 diiringi kejatuhan The Vix sebesar -4.47 persen ditutup dilevel 12.81.

Pelemahan itu juga terjadi ditengah pemerintah AS membukukan defisit anggaran bulan Juli sebesar USD98 miliar, lebih besar dibandingkan polling ekonom yang memperkirakan defisit sebesar USD96 miliar.

Begitu halnya IHSG sebelum libur panjang Lebaran turun -18.12 poin (-0.39 persen) diiringi Net Sell Asing -Rp230.4 miliar secara akurat akhirnya IHSG pun tumbang pada perdagangan perdananya pasca libur panjang Lebaran.

"Di awal pekan, seperti perkiraan saya sebelumnya seiring kejatuhan Bursa Regional lainnya, terkena aksi profit taking sebesar -43 poin (-0.93 persen) diiringi net sell asing Rp278.2 miliar menjadikan net sell Asing YTD sebesar -Rp5.54 triliun," tutup Edwin.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Reli Mulai Terbatas,...
Reli Mulai Terbatas, IHSG Pekan Depan Diprediksi Uji Support 7.100
Prediksi IHSG Pekan...
Prediksi IHSG Pekan Depan: Waspada Koreksi Lanjutan, Cermati Saham-Saham Ini
IHSG Berpeluang Bergerak...
IHSG Berpeluang Bergerak di Kisaran 6.202-6.318 Jelang Rilis Suku Bunga
Jika IHSG Melempem,...
Jika IHSG Melempem, Mainkanlah Enam Saham Ini
Indeks Dirapal Melempem,...
Indeks Dirapal Melempem, Cermati lima Saham Ini
Indeks Dijampi Mengkerut,...
Indeks Dijampi Mengkerut, Pelototi Enam Saham di Bawah Ini
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
10 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
10 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
11 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
11 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
11 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
11 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved