Inflasi India Juli 2013 melambung

Rabu, 14 Agustus 2013 - 15:58 WIB
Inflasi India Juli 2013...
Inflasi India Juli 2013 melambung
A A A
Sindonews.com - Inflasi India meningkat tajam sampai mendekati enam persen pada Juli 2013, akibat pelemahan rupee yang mendorong biaya impor. Kondisi ini memperdalam kekhawatiran atas perlambatan ekonomi.

Indeks harga konsumen India, mengukur cost-of-living naik menjadi 5,79 persen dari tahun sebelumnya, meningkat hampir satu persen dari 4,86 ​​persen pada bulan sebelumnya. Pembacaan Juli jauh melampaui perkiraan pasar naik lima persen year-on-year (yoy).

Dilansir dari AFP, Rabu (14/8/2013), peningkatan ini didorong impor bahan bakar yang lebih tinggi dan biaya lain, setelah rupee India mencapai posisi terendah sepajang waktu terhadap dolar dalam satu bulan terakhir.

Harga pangan yang secara politis sensitif naik sebesar 9,74 persen pada Juni, sementara harga bawang - komoditas pokok makanan India - melonjak 145 persen secara tahunan (data kementerian perdagangan).

Pemerintah telah putus asa menjinakkan inflasi (terutama makanan) dan menghidupkan kembali perekonomian, yang berusaha mempertahankan masa jabatan ketiga dalam pemilihan umum yang dijadwalkan Mei 2014.

Pelemahan rupee mempercepat harga setelah berbulan-bulan inflasi lambat dikekang ruang bank sentral untuk menurunkan suku bunga guna merangsang pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen, kecepatan paling lambat dalam satu dekade. Kerusakan tanaman akibat hujan lebat juga memicu kenaikan harga pada Juli.

Bank sentral India (RBS) telah memangkas suku bunga tahun ini sebanyak tiga kali, tetapi mereka dipaksa untuk mengetatkan kebijakan moneter yang mencoba membendung jatuhnya rupee.

Para ekonom mengatakan, penurunan suku bunga lebih lanjut dapat menyebabkan rupee lebih lemah, mendorong biaya impor dan memperluas defisit transaksi berjalan India (ukuran terluas dari perdagangan) sebagai risiko terbesar perekonomian.

Sementara itu, mata uang jatuh lebih dari sepertiga ke 61.50 rupee terhadap dolar pada perdagangan siang hari, meskipun pemerintah telah mengumumkan langkah-langkah untuk mempersempit defisit transaksi berjalan dan menangkap jatuh unit.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Ekonomi...
Perbandingan Ekonomi India dengan Pakistan: Bak Langit dan Bumi
India Potong Pajak Kelas...
India Potong Pajak Kelas Menengah demi Dongkrak Daya Beli
PDB Meroket 8,2%, India...
PDB Meroket 8,2%, India Menegaskan Status Ekonomi Utama dengan Pertumbuhan Tercepat
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi dan Pelajaran dari India
Hubungan India-China...
Hubungan India-China Jadi Kunci Masa Depan Asia dan Dunia
ASEAN dan India Diprediksi...
ASEAN dan India Diprediksi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Global
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved