Duo Korea sepakat kembali buka kawasan industri Kaesong

Rabu, 14 Agustus 2013 - 18:47 WIB
Duo Korea sepakat kembali...
Duo Korea sepakat kembali buka kawasan industri Kaesong
A A A
Sindonews.com - Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) mencapai kesepakatan membuka kembali kawasan industri bersama Kaesong, yang ditutup Pyongyang pada April lalu akibat ketegangan militer.

Lima butir kesepakatan keluar pada putaran ketujuh perundingan yang dilakukan kedua belah pihak membuat "upaya aktif" untuk melanjutkan operasi normal secepat mungkin setelah Kaesong ditutup.

Sebuah komite bersama akan dibentuk untuk membahas kompensasi atas kerugian ekonomi yang diderita sebagai akibat dari penutupan kompleks, menurut salinan perjanjian dirilis kepada wartawan, seperti dilansir dari AFP, Rabu (14/8/2013).

Perjanjian ini akan membantu menurunkan ketegangan menjelang peluncuran latihan bersama Korea Selatan-AS, yang Korea Utara peringatkan bisa membawa negara semenanjung itu "ke ambang perang".

Didirikan pada 2004 sebagai simbol kerjasama antar-Korea, Kaesong adalah kunci penghasil mata uang untuk Korea Utara dan keputusan untuk menutupnya membuat banyak pengamat terkejut.

Proyek ini berhasil keluar dari krisis Utara-Selatan, tanpa gangguan serius, namun pada akhirnya menjadi korban akibat ketegangan meningkat menyusul uji coba nuklir Korut ketiga pada Februari lalu.

Pyongyang awalnya melarang akses ke pabrik, yang terletak 10 kilometer (enam mil) di perbatasan Korea Utara dan kemudian menarik 53.000 tenaga kerja dari 123 perusahaan Korea Selatan yang berbasis di sana.

Sebelumnya, enam putaran pembicaraan telah kandas atas desakan Selatan, agar Korea Utara memberikan jaminan yang mengikat tidak akan menutup kompleks lagi.

Korea Utara telah mengusulkan pertemuan ketujuh pekan lalu, hanya beberapa jam setelah Seoul mengumumkan akan memulai pembayaran kompensasi sebesar USD250 juta kepada perusahaan yang terpengaruh penutupan Kaesong.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu kawasan industri Kaesong meningkatkan daya saing internasional dan menjadi tempat yang layak untuk investasi global," kata asosiasi perusahaan di kawasan tersebut.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dipicu Lonjakan Ekspor,...
Dipicu Lonjakan Ekspor, Korsel Pulih dari Resesi Ekonomi
Resesi Korsel Justru...
Resesi Korsel Justru Untungkan Indonesia, Kok Bisa?
Mendunia, tapi Drakor...
Mendunia, tapi Drakor dan Kpop Tak Mampu Selamatkan Ekonomi Korsel
Kim Jong-un Puji Ekonomi...
Kim Jong-un Puji Ekonomi Korut Meski Kondisi Keuangan Tak Pasti
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Promo Wisata Korea
Promo Wisata Korea
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
7 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
7 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
7 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
8 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
8 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
8 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved