Menperin: Industri pelumas tumbuh pesat

Selasa, 20 Agustus 2013 - 14:28 WIB
Menperin: Industri pelumas...
Menperin: Industri pelumas tumbuh pesat
A A A
Sindonews.com - Menteri Perindustrian (Menperin), MS Hidayat mengatakan, industri pelumas merupakan salah satu industri strategis dengan pertumbuhan yang cukup pesat.

Hal tersebut terlihat dari permintaan produk pelumas yang terus meningkat setiap tahun. Karena didorong semakin meningkatnya jumlah kendaraan baik di darat, laut, maupun udara.

"Serta didukung dengan berkembangnya sektor industri di Indonesia dari sisi produksi dan konstruksi," kata dia seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Perindustrian, Selasa (20/8/2013).

Seperti diketahui, hari ini Hidayat meresmikan groundbreaking pembangunan pabrik minyak pelumas Shell di Marunda Center, Bekasi. Pembangunan pabrik minyak pelumas Shell di Indonesia merupakan pabrik keenam di negara-negara ASEAN seluas 75 ribu meter persegi dan kapasitas produksi 120 ribu ton per tahun.

Hal itu menjadikan pabrik pelumas terbesar di Indonesia yang dioperasikan perusahaan internasional dengan harapan akan memasok pelumas bermutu tinggi dari berbagai jenis untuk pasar consumer, transportasi, industrial, dan, kelautan di dalam negeri.

Pada kesempatan tersebut, Menperin memberikan apresiasi kepada Shell atas pembangunan pabrik minyak pelumasnya yang pertama di Indonesia dengan harapan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan industri pelumas nasional.

Pabrik ini juga diharapkan dapat memacu industri sejenis untuk selalu melakukan inovasi dan mengembangkan teknologi produksi. Sehingga menghasilkan produk pelumas yang andal baik di Indonesia maupun dunia.

"Kami mengucapkan terima kepada Shell telah memilih Indonesia sebagai tempat untuk berinvestasi, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan akan menumbuhkan perekonomian nasional," ujar Menperin.

Berdasarkan data Kemenperin, saat ini, terdapat lebih dari 200 produsen pelumas di Indonesia yang tersebar diberbagai wilayah terutama di Pulau Jawa. Kapasitas produksi terpasang mencapai 700 ribu kiloliter per tahun dengan nilai omzet diperkirakan lebih dari Rp7 triliun.

Potensi produksi pelumas yang tinggi tersebut akan dapat mendorong ekspor pelumas ke negara-negara ASEAN, Jepang, China, Korea Selatan, Timur Tengah, maupun Uni Eropa.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PKK Sumsel Gandeng Dinas...
PKK Sumsel Gandeng Dinas Perindustrian Fasilitasi UP2K
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
Kemenperin Ciptakan...
Kemenperin Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Kementerian Perindustrian...
Kementerian Perindustrian Cari Perusahaan Pencetus Teknologi Terbaik di 2022
Rekomendasi 7 Sekolah...
Rekomendasi 7 Sekolah Kedinasan di Bawah Naungan Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
58 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
2 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved