Laba bersih BHP Billiton merosot 29,5%

Selasa, 20 Agustus 2013 - 16:03 WIB
Laba bersih BHP Billiton...
Laba bersih BHP Billiton merosot 29,5%
A A A
Sindonews.com - Raksasa Pertambangan Inggris-Australia, BHP Billiton mencatat penurunan laba bersih sebesar 29,5 persen menjadi USD10,88 miliar pada semester pertama 2013, karena perlambatan pertumbuhan global dan volatilitas harga komoditas.

Penambang terbesar di dunia itu mengatakan, harga lebih rendah pada sumber daya kunci, termasuk biji besi yang menyelam 17 persen, menyeka USD8,9 miliar dari pendapatan USD28,4 miliar.

"BHP Billiton memberikan hasil keuangan yang kuat pada tahun keuangan 2013, periode yang ditandai melambatnya pertumbuhan global dan pasar komoditas yang sangat fluktuatif," kata perusahaan itu dalam pernyataannya di bursa efek Australia, seperti dilansir dari AFP, Selasa (20/8/2013).

"Kondisi ekonomi di paruh kedua tahun keuangan 2013 dipengaruhi pertumbuhan yang lebih rendah dari perkiraan di negara berkembang," tambahnya.

BHP menyebutkan telah berhasil memotong biaya tahunan sebesar USD2,7 miliar yang berakhir pada 30 Juni, tapi diimbangi penurunan signifikan harga komoditas.

Hasil jatuh pendek dari ekspektasi pasar dengan keuntungan sebesar USD12,9 miliar. "BHP terlihat di-line, tapi underwhelming dibandingkan konsensus angka headline," ujar Chris Weston, analis dari IG Markets.

Kelebihan pasokan di pasar nikel dan aluminium dan kekhawatiran dari rebalancing jangka pendek di sektor tembaga telah menekan harga logam, mengurangi pendapatan sekitar USD1,0 miliar.

BHP memperkirakan peningkatan pasokan di pasar komoditas terus menekan harga dalam jangka pendek, tetapi keseimbangan harus benar berdiri sendiri "dalam waktu".

Sementara produksi minyak BHP tumbuh enam persen menjadi 236 juta barel dan diperkirakan akan meningkat menjadi 250 juta barel pada 2014. BHP mengumumkan pembagian dividen akhir 116 sen AS, meningkat empat persen year-on-year (yoy).
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
33 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved