Harga emas dunia terjun jelang pertemuan Fed

Rabu, 21 Agustus 2013 - 16:52 WIB
Harga emas dunia terjun...
Harga emas dunia terjun jelang pertemuan Fed
A A A
Sindonews.com - Perdagangan emas di London turun menjelang rilis pertemuan Federal Reserve AS (Fed) pada hari ini, yang akan menjadi sinyal pembuat kebijakan memperlambat stimulus. Bullion sempat mencapai titik tertinggi dalam dua bulan sebesar USD1,384.55 per ounce pada 19 Agustus lalu.

Emas turun 19 persen tahun ini karena beberapa investor kehilangan kepercayaan terhadap logam mulia sebagai penyimpan nilai dan spekulasi bahwa Fed dapat memotong pembelian aset USD85 miliar per bulan, yang membantu bullion dalam 12 tahun mengalami bull pada 2012.

Bullion naik 15 persen sejak mencapai posisi terendah dalam 34 bulan pada Juni, karena harga yang lebih rendah mendorong permintaan untuk perhiasan, koin dan batangan.

"Ini akan lebih sulit mempertahankan permintaan fisik dengan harga lebih tinggi dan bargain hunting kehabisan uap," ujar Andrey Kryuchenkov, analis komoditas VTB Capital, London, dalam laporannya, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (21/8/2013).

"Perhatian akan beralih ke hasil pertemuan FOMC Juli. Setiap komentar hawkish bisa memgambil keuntungan emas skala kecil," tambahnya.

Emas untuk pengiriman segera turun 0,6 persen menjadi USD1,363.29 per ounce pada 09.37 di London. Bullion untuk pengiriman Desember turun 0,7 persen pada USD1,362.60 di Comex di New York. Volume perdagangan berjangka 29 persen di bawah rata-rata untuk 100 hari terakhir pada hari ini.

Emas sempat melonjak 70 persen pada akhir Desember 2008-Juni 2011 setelah bank sentral membeli obligasi lebih dari USD2 triliun untuk meningkatkan perekonomian.

Kepemilikan produk emas yang diperdagangkan di bursa naik 1,5 metrik ton menjadi 1,949.2 ton, kemarin (data yang dikumpulkan Bloomberg). Di mana aset yang turun tahun ini sebesar 26 persen.

Sementara perak untuk pengiriman segera turun 0,6 persen menjadi USD22,8661 per ounce. Palladium kehilangan 0,5 persen menjadi USD744,75 per ounce. Kemudian, Platinum turun 0,4 persen ke USD1,513.16 per ounce.

Para pembuat kebijakan Fed akan berkumpul kembali pada 17-18 September, dan mungkin akan memutuskan untuk mengurangi program stimulus pada pertemuan itu, menurut 65 persen ekonom yang disurvei Bloomberg News pada 9-13 Agustus.

Indeks Dolar AS Bloomberg, yang melacak greenback terhadap 10 mata uang utama, naik sebelum menit pengumuman Komite Pasar Terbuka Federal (FMOC) pada 30-31 Juli.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
30 menit yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
50 menit yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
1 jam yang lalu
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
2 jam yang lalu
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved