Hindari PHK di perindustrian, pemerintah siapkan insentif

Kamis, 22 Agustus 2013 - 15:50 WIB
Hindari PHK di perindustrian,...
Hindari PHK di perindustrian, pemerintah siapkan insentif
A A A
Sindonews.com - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku, dirinya memahami kekhawatiran pelaku industri dalam gejolak pasar keuangan yang tidak menentu saat ini. Oleh karena itu dia menegaskan pemerintah akan menyikapi hal tersebut dengan memberikan insentif kepada dunia industri.

"Bahwa ada keresahan di antara para pelaku industri itu betul. Oleh karena itu kita sekarang menyikapinya agar industri itu dapat insentif sehingga dalam situasi moneter yang tidak menguntungkan tetap mendapatkan advantage," jelas Hidayat di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Dia yakin dengan pemberian insentif dan paket stimulus dari pemerintah, maka tidak akan ada karyawan dan buruh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) apabila situasi makin tidak menentu.

"Bagaimana industri bisa mendapatkan advantage dari insentif itu sehingga dia tidak melakukan PHK, itu maksudnya," pungkas Hidayat.

Sebelumnya, dalam situasi melemahnya nilai tukar rupiah, dan turunnya IHSG, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, kalau ada PHK, rakyat akan lebih sulit lagi dalam mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Karena itu, pemerintah akan menetapkan kebijakan agar tidak mudah terjadi PHK.

“Kita harus mengamankan juga saudara-saudara kita kaum pekerja, sebagaimana mengamankan rakyat yang lain. Oleh karena itulah, kita juga akan melakukan sesuatu bekerja sama dengan dunia usaha apapun tekanan yang dialami oleh dunia usaha dan pemerintah juga alami, jangan sampai sekali lagi mudah melakukan PHK. Sebab kalau terjadi PHK, maka lebih sulit lagi rakyat kita di dalam mencukupi kebutuhan sehari-harinya,” tegas SBY.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Resesi Ekonomi Datang,...
Resesi Ekonomi Datang, Rupiah Malah Berotot
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
15 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved