Dibanding stimulus, ini saran Indef gairahkan ekonomi

Jum'at, 23 Agustus 2013 - 09:52 WIB
Dibanding stimulus,...
Dibanding stimulus, ini saran Indef gairahkan ekonomi
A A A
Sindonews.com - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, daripada pemerintah memberikan stimulus fiskal untuk menggairahkan investasi dan perekonomian, lebih baik pemerintah memangkas birokrasi perizinan daerah.

Dia berpendapat, masalah perizinan tersebut hingga saat ini menjadi kendala tumbuhnya perekonomian di daerah. Enny menjelaskan, meski diberikan kemudahan berinvestasi tetapi karena perizinan di daerah dipersulit, maka investasi tidak akan berjalan walaupun pemerintah mengucurkan paket stimulus.

"Isu yang dilontarkan adalah insentif pajak, wax allowance dan tax holiday. Padahal problem utamanya orang tidak bisa berinvestasi karena perizinan daerah yang lama," ujar Enny kepada Sindonews, Kamis (22/8/2013) malam.

Dia mencontohkan, pengusaha yang mengajukan tawaran investasi kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) jumlahnya banyak, tetapi secara angka Pembentukan Modal Tetap Bruto hanya mencapai 4 persen walaupun yang mendapatkan persetujuan mencapai 30 persen.

"Padahal setelah disetujui BKPM, investor mengalami kesulitan dimana perizinan daerah berbelit, retribusi yang kebanyakan, dan infrastruktur yang kurang memadai," lanjutnya.

Oleh karena itu, Enny menilai bahwa stimulus yang dibutuhkan saat ini adalah menggalakkan belanja infrastruktur ketimbang paket stimulus ekonomi.

"Yang dibutuhkan adalah terobosan kebijakan dan anggaran infrastruktur, bukan insentif tadi. Pembangunan infrastruktur juga dapat dilakukan dengan skema public private partnership," pungkas Enny.

Seperti diketahui, pemerintah pada hari ini akan menyiapkan paket stimulus untuk mengatasi makin anjloknya nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) guna menjaga stabilitas keuangan.

Paket stimulus tersebut, diusahakan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tidak menurun secara tajam. Selain itu, juga untuk mencegah terjadinya inflasi yang tidak dikehendaki.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
10 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved