Rupiah terkapar, Sulsel antisipasi PHK massal

Minggu, 25 Agustus 2013 - 15:45 WIB
Rupiah terkapar, Sulsel...
Rupiah terkapar, Sulsel antisipasi PHK massal
A A A
Sindonews.com - Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal akibat semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), Disnaker Sulsel terus menggiatkan koordinasi dengan para perushaan yang beroperasi di Sulsel.

Langkah ini sebagai upaya antisipasi untuk menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di daerah ini menyusul kian melemahnya nilai tukar rupiah.

"Kita upayakan secara maksimal agar melemahnya rupiah tidak akan berpengaruh pada PHK massal. Dialog dengan para pengusaha dan pekerja terus dilakukan," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulsel, HM Basir, Minggu (25/8/2013).

Menurut Basir, dampak melemahnya rupiah dirasakan berbeda oleh perusahaan. Bagi yang membutuhkan bahan baku lokal, maka tidak berpengaruh secara signifikan. Namun, bagi perusahaan yang menggunakan bahan baku impor, akan merasakan imbas pelemahan rupiah.

Karena itu, dalam menyikapi kemungkinan, pihaknya meminta agar para pengusaha dan pekerja mengedepankan dan menjaga kondisi hubungan industrial di wilayah masing-masing. Perusahaan-perusahaan juga diminta untuk melakukan efisiensi biaya produksi, termasuk overhead perusahaan yang bisa dihemat.

Dia menuturkan, jika PHK memang harus dilakukan, maka perusahaan di-warning untuk tidak melakukan secara sepihak dan semena-mena. Namun harus dapat izin dari pemerintah.

"Kita berharap kondisi rupiah cepat pulih. Melemahnya rupiah ini kan hanya bersifat sementara. Kita berharap dengan efisiensi biaya opersional maka cost perusahaan dapat ditekan," jelasnya.

Dia menambahkan, khusus di Kota Makassar terdapat 6.000 perushaan. Terdiri atas perusahaan kecil, menengah, dan besar. Secara keseluruhan di Sulsel terdapat lebih dari 11 ribu perusahaan.

"Yang jelas apapun kondisinya jangan sampai merugikan pekerja. Kami terus berkoordinasi dengan perusahaan dan jika terjadi masalah tetap berkoordinasi dengan Disnaker," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved