Menhut: Kita harus bela perusahaan dalam negeri

Senin, 26 Agustus 2013 - 16:12 WIB
Menhut: Kita harus bela...
Menhut: Kita harus bela perusahaan dalam negeri
A A A
Sindonews.com - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyatakan, pemerintah akan membela dunia usaha dalam negeri. Ini terkait dengan semakin gencarnya "serangan" dari luar terkait berbagai isu untuk menjatuhkan dunia usaha di Tanah Air.

"Kita harus bela perusahaan kita sendiri di mana pun berada dari intervensi pihak luar. Ini diperlukan untuk menciptakan sistem investasi kita yang aman," kata Zulkifli saat melakukan kunjungan kerja di PT Riau Andalam Pulp and Paper (RAPP) di Pelalawan, Riau Senin (26/8/2013).

Dia menilai, saat ini dunia usaha di luar negeri sudah mulai kewalahan dengan dunia usaha seperti industri pulp and paper dengan berbagai keunggulan.

"Kalau di negera Eropa bayangkan saja, kalau memanen kayu akasia sebagai bahan baku pulp and paper membutuhkan 25-50 tahun. Tapi kalau di negara kita hanya butuh 4 tahun kayunya sudah bisa diproduksi. Jadi kita mempunyai keunggulan. Jadi wajar, kalau pihak luar berusaha untuk mempengaruhi kita dengan membuat berbagai macam aturan perdagangan," ungkapnya.

Jadi sudah sepatutnya, Pemerintah harus melindungi dunia usaha di negeri sendiri. "Jadi kita jangan terpengaruh dengan intervensi dari manapun. Ini negara kita, yang mengelola kita. Jadi kita yang tahu masalah dalam negeri," tuturnya.

Mengenai sertifikat legalitas kayu yang diterapkan dalam perdagangan internasional terkait produk kertas dan bubur kertas di Indonesia, Menhut menyatakan bahwa produk yang dihasilkan pengusaha dalam negeri

"Kini ada aturan dari perdagangan luar negeri terkait dunia usaha perkayuan yakni Forest Stewardship Council (FSC) yang kita nilai memberatkan dunia usaha kita. Salah satu contohnya adalah perusahaan tidak boleh memiliki luas areal tanaman mereka di atas 10 ribu hektar. Ini yang harus solusi bersama. Namun saya tegaskan di sini, bahwa kita memiliki legalitas sendiri tentang hasil produksi kertas kita. Saya menjamin itu dunia usaha mereka, semua sah," ucapnya.

Namun demikian pemerintah tetap mengawasi perusahaan yang melanggar hukum dalam dunia bisnisnya. Dan jika perusahaan melanggar hukum, tentu ada sanksi tegasnya.

"Di Riau ini banyak perusahaan berkelas internasional terbesar di Asia Tenggara, seperti perusahaan pulp and paper, sawit, minyak dan gas. Jadi tentu akan banyak rintangan yang dihadapi," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenhut Percepat Pembersihan...
Kemenhut Percepat Pembersihan Pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara
Pembersihan Kayu Limbah...
Pembersihan Kayu Limbah Bencana di Aceh dan Sumut Terus Berlanjut
Kolaborasi Kadin dan...
Kolaborasi Kadin dan KLHK Ciptakan Program Multiusaha Kehutanan
IPB Apresiasi Kementerian...
IPB Apresiasi Kementerian Kehutanan Masuk 10 Besar Berkinerja Terbaik
Kementerian Kehutanan...
Kementerian Kehutanan Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan Keluarga Rimbawan
PPLI Dukung Kementerian...
PPLI Dukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Edukasi Bahaya Merkuri
Berita Terkini
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
57 menit yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
1 jam yang lalu
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
1 jam yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
2 jam yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
2 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved