Dolar melesat, perajin tahu gulung tikar

Senin, 26 Agustus 2013 - 16:47 WIB
Dolar melesat, perajin...
Dolar melesat, perajin tahu gulung tikar
A A A
Sindonews.com - Sebagian perajin tahu di Kota Depok terpaksa tutup karena harga kedelai yang semakin melambung. Kenaikan harga kedelai tersebut dipicu oleh melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap nilai tukar dollar.

Bowo, pembuat tahu di RT 004/RW 004, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Depok mengatakan, dirinya sudah satu bulan menghentikan produksi tahu. Hal itu dilakukan sejak harga kedelai terus melambung tinggi.

Sebelumnya, harga kedelai hanya sekitar Rp6.500 per kg. Harga kedelai tersebut naik menjadi Rp8.000 per kg saat bulan Ramadan. Namun bukannya turun, harga kedelai semakin membengkak menjadi Rp8.700 per kg pasca Lebaran. "Kalau gini saya rugi terus, lebih baik tutup dulu," kata Bowo, Senin (26/08/2013).

Bowo mengaku pesimis jika harga kedelai bisa turun kembali. Untuk itu dia berharap agar harga tahu bisa dinaikkan sehingga bisa menutupi biaya produksi. Namun kenaikan harga tahu tersebut selalu diprotes konsumen.

Akibat berhentinya kegiatan produksi, Bowo juga terpaksa merumahkan lima pekerjanya. "Saya tidak tahu kapan akan berproduksi lagi, nunggu kesepakatan dengan yang lain dulu (rekan satu paguyuban perajin tahu)," ujarnya.

Muchtarom, pembuat tahu di Jalan Utan Kayu, Citayam, Depok menuturkan, masih memproduksi tahu. Hanya saja dia memperkecil ukuran tahu produksinya. Selain itu, tahu yang diproduksinya pun berkurang sampai 30 persen.

"Harga tahu ke konsumen sama dengan kemarin Rp3.000 per 10 potong, namun ukurannya diperkecil. Akan tetapi omzet masih menurun drastis," kata dia.

Dikatakan dia, para perajin tahu mengancam akan demo jika harga kedelai masih melambung tinggi. "Kami tinggal tunggu arahan dari Paguyuban. Kalau begini terus, kami bisa gulung tikar," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
34 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved