Pemprov DKI akan kuasai saham Palyja
Selasa, 27 Agustus 2013 - 12:40 WIB
Pemprov DKI akan kuasai saham Palyja
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan menguasai saham operator air bersih PT Palyja melalui dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT Pembangunan Jaya dan PT Jakpro.
"Saham PT Palyja akan kita kuasai lewat dua BUMD, Pembangunan Jaya 51 persen dan PT Jakpro 49 persen," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Selasa (27/8/2013).
Pria yang akrap dipanggil Ahok menjelaskan, nantinya selama lima tahun ke depan operator pengelola air bersih PT Palyija bakal diserahkan kepada PT Jakpro sebagai leader, meskipun mayoritas saham dipegang PT Pembangunan Jaya sebesar 51 persen.
Maka dari itu, jajaran manajemen mulai dari Direktur Utama hingga bagian keuangan akan dijabat orang-orang Jakpro. "Operasionalnya, Jakpro yang pimpin, sudah ada perjanjian, Pembangunan Jaya 51 persen tapi yang nge-lead (mimpin) perusahaannya Jakpro. Itu butuh 5 tahun," paparnya.
Ahok mengungkapkan, alasan mengapa PT Pembangunan Jaya yang memegang mayoritas saham PT Palyja karena perusahaan BUMD itu telah menunjukan keprofesionalan usaha. Sedangkan, penunjukan PT Jakpro sebagai pemimpin Palyja agar bisa dilihat kinerja perusahaan itu yang ingin go public.
"Ini untuk nunjukkan kemampuan dia (Jakpro) kan katanya mau go public juga kan. Jadi kita mau tunjukin bahwa BUMD kita pun profesional, dengan Pembangunan Jaya," ucapnya.
Perlu diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah berupaya menguasai 100 persen saham operator air bersih PT Palyja. Kepemilikan saham perusahaan air bersih itu sejauh ini masih dipegang PT Suarez Environnement sebesar 51 persen dan PT Astratel sebesar 49 persen.
"Saham PT Palyja akan kita kuasai lewat dua BUMD, Pembangunan Jaya 51 persen dan PT Jakpro 49 persen," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Selasa (27/8/2013).
Pria yang akrap dipanggil Ahok menjelaskan, nantinya selama lima tahun ke depan operator pengelola air bersih PT Palyija bakal diserahkan kepada PT Jakpro sebagai leader, meskipun mayoritas saham dipegang PT Pembangunan Jaya sebesar 51 persen.
Maka dari itu, jajaran manajemen mulai dari Direktur Utama hingga bagian keuangan akan dijabat orang-orang Jakpro. "Operasionalnya, Jakpro yang pimpin, sudah ada perjanjian, Pembangunan Jaya 51 persen tapi yang nge-lead (mimpin) perusahaannya Jakpro. Itu butuh 5 tahun," paparnya.
Ahok mengungkapkan, alasan mengapa PT Pembangunan Jaya yang memegang mayoritas saham PT Palyja karena perusahaan BUMD itu telah menunjukan keprofesionalan usaha. Sedangkan, penunjukan PT Jakpro sebagai pemimpin Palyja agar bisa dilihat kinerja perusahaan itu yang ingin go public.
"Ini untuk nunjukkan kemampuan dia (Jakpro) kan katanya mau go public juga kan. Jadi kita mau tunjukin bahwa BUMD kita pun profesional, dengan Pembangunan Jaya," ucapnya.
Perlu diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah berupaya menguasai 100 persen saham operator air bersih PT Palyja. Kepemilikan saham perusahaan air bersih itu sejauh ini masih dipegang PT Suarez Environnement sebesar 51 persen dan PT Astratel sebesar 49 persen.
(gpr)
Lihat Juga :