Pembangunan jalan arteri Sulsel ditarget rampung 2016

Selasa, 27 Agustus 2013 - 14:49 WIB
Pembangunan jalan arteri...
Pembangunan jalan arteri Sulsel ditarget rampung 2016
A A A
Sindonews.com - Pembangunan dan pelebaran jalan arteri nasional di seluruh kabupaten kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) ditargetkan akan rampung 2016 mendatang.

Anggota Komisi XI DPR RI Andi Rachmat mengatakan, pelebaran di jalur trans Sulawesi memang sangat mendesak. Pasalnya, saat ini alurnya dianggap cukup kecil untuk menampung arus kendaraan yang semakin padat di jalan-jalan yang menghubungkan lintas kabupaten di Sulsel.

"Kami fokus pada pelebaran jalan, jalan arterinya kecil sekali. Kita targetkan tahun 2016 semua tuntas dan sudah bisa menampung 4 jalur Mobil. Karena setiap tahun dikucurkan sekitar Rp800 miliar untuk pembangunan jalan," ungkapnya di hotel Clarion, Selasa (27/8/2013).

Tahun 2013 ini, pemerintah pusat mengalokasikan Rp936 miliar untuk jalan nasional di Sulsel. Anggaran tersebut digunakan untuk pelebaran jalan sepanjang 86 kilometer, peningkatan kapasitas 52 kilometer, pemeliharaan berkala 36 kilometer, dan sisanya untuk pemeliharaan rutin.

"Panjang jalan nasional itu mencapai 1.720 kilometer. Kami fokus pada peningkatan kapasitas jalan. Tahun ini program pelebaran jalan itu seperti pelebaran poros Maros Bantimurung hingga ke desa Samangki dari lebar 4,5 menjadi 7 meter," jelas Kepala Balai Badan Jalan Nasional (BBJN) wilayah IV Nurdin Samaila.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Sulsel Affandi Agusman Aris meminta pemerintah Sulsel terus mendorong peran swasta dalam melakukan investasi infrastruktur khususnya jalan. Sebab untuk perbaikan jalan dibutuhkan anggaran besar sementara kemampuan daerah hanya berkisar Rp200 miliar. Itu pun sudah termasuk perbaikan dan pembangunan jalan baru.

Sementara jika ingin bergantung kepada pemerintah pusat, anggaran biasanya diprioritaskan pada proyek atau kegiatan yang sudah ada. Oleh karena itu, diharapkan ada investasi asing untuk pembangunan infrastruktur dengan memberikan kemudahan dan fasilitas berinvestasi membangun jalan.

Selain itu, lanjut dia, pengawasan dari instansi terkait perlu dilakukan terkait alat transportasi angkutan barang yang kerap melebihi maksimal berat. Jika kondisi ini dibiarkan, maka jalan akan gampang rusak dan menguras alokasi anggaran pemeliharaan cukup tinggi.

"Mobil over kapasitas, over tonase membuat jalan gampang rusak. Karena itu harus menjadi perhatian instansi terkait," katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stafsus Menkeu: Inovasi...
Stafsus Menkeu: Inovasi Kebijakan Daerah Jadi Kunci Pembangunan Nasional
Kunjungi Pelosok, Gubernur...
Kunjungi Pelosok, Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Rp1 Miliar
Pohuwatu Gunakan Dana...
Pohuwatu Gunakan Dana Desa Bangun Rumah Sehat Komunal Gratis Bagi Warga Miskin
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tunjukkan Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
Daya Saing Award, Upaya...
Daya Saing Award, Upaya Majukan Potensi di Daerah
Akselerasi Pembangunan...
Akselerasi Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved