APMI: 2.000 TV berlangganan di Indonesia ilegal

Selasa, 27 Agustus 2013 - 15:12 WIB
APMI: 2.000 TV berlangganan...
APMI: 2.000 TV berlangganan di Indonesia ilegal
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI)mencatat lebih dari 2.000 TV berlangganan di Indonesia ilegal, hanya tercatat 10 TV berlangganan yang resmi dan memiliki izin TV berlangganan.

Hal ini di ungkapkan APMI pada sebuah forum diskusi dengan sejumlah wartawan di Makassar. Dari hasil pengawasan APMI, para penyelenggara TV berlangganan atau TV kabel tersebut kebanyakan beroperasi di daerah-daerah.

Head of Anti Piracy APMI, Suroso mengatakan, pelanggaran mereka dikarenakan menjual sejumlah kanal-kanal TV premium pada TV kabel mereka tanpa melalui kontrak atau persetujuan dari pemilik hak-hak siar atau stasiun TV.

Pihaknya mencatat lebih dari 2.000 TV berlangganan atau TV kabel di Indonesia adalah ilegal, 50 persen diantaranya terdapat di wilayah Sulawesi. "Hanya ada 10 TV berlangganan di Indonesia yang resmi dan memiliki izin," uajrnya, Selasa (27/8/2013).

Sejumlah peyelenggara TV kabel juga telah dibawa ke ranah hukum karena terbukti melakukan tindak pidana dengan menyiarkan program tertentu tanpa persetujuan pemilik hak siar.

Diantara sejumlah kasus tersebut, kasus pembajakan penyiaran piala dunia juga telah sampai ke ranah hukum. Namun, sayangnya hingga saat ini pihak kepolisian terkesan lamban dalam menagani kasus tersebut.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jangkau Semua Wilayah...
Jangkau Semua Wilayah di Indonesia, SPL dan Protelindo Siapkan Teknologi HAPS
Edgepoint Bangun 15.000...
Edgepoint Bangun 15.000 Menara Telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Filipina
Hampir 100% Operasional...
Hampir 100% Operasional Telkomsel Dikendalikan dari Rumah
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel...
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel Melayani Masyarakat untuk Kemajuan Indonesia
Apjatel: Penerapan Network...
Apjatel: Penerapan Network Sharing Bisa Membuat Perang Harga
Tawarkan Layanan Data...
Tawarkan Layanan Data 'Bebas Khawatir', Benarkah akan Ada Operator Baru?
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
5 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
38 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved