Rupee India semakin terkubur ke rekor terendah

Selasa, 27 Agustus 2013 - 15:15 WIB
Rupee India semakin...
Rupee India semakin terkubur ke rekor terendah
A A A
Sindonews.com - Rupee India semakin terperosok ke posisi terendah baru di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi dan dampak dari program bantuan makanan bagi masyarakat miskin dalam situasi keuangan yang tegang.

Tidak hanya itu, saham dan mata uang Asia juga terkena dampak kekhawatiran atas kemungkinan intervensi militer AS di Suriah.

Rupee, salah satu mata uang dengan performa terburuk di Asia tahun ini, jatuh ke posisi terendah baru sepanjang tahun di posisi 65,71 rupee terhadap dolar AS/USD pada perdagangan pagi (waktu setempat). Lebih tergelincir dari rekor sebelumnya 65,56 rupee/USD pada 22 Agustus lalu.

Menteri Keuangan India, P Chidambaram menyatakan, India dapat membiayai tagihan makanan pada waktu yang sama di tengah upaya memenuhi target memotong rekor defisit curren account - ukuran terluas dari perdagangan.

"Kami telah melakukan upaya, ada cukup uang untuk menyediakan tagihan keamanan pangan, dan setelah itu untuk memenuhi target defisit sebagai garis merah yang tidak akan dilanggar," ujar Chidambaram, seperti dilansir dari AFP, Selasa (27/8/2013).

Skema makanan, dinilai ekonom, akan menjadi tekanan pada keuangan pemerintah dengan biaya tahunan USD18 miliar di saat pertumbuhan rendah.

Undang-undang pangan, program unggulan dari Partai Kongres yang berkuasa, dimaksudkan untuk menghapus kelaparan endemik dan kekurangan gizi di negara tersebut.

Chidambaram mengakui rupee undervalued terhadap mata uang lain. Di sini India harus bersikap tegas dengan melakukan apa saja yang perlu dilakukan "Dan, rupee akan menemukan tingkat yang sesuai," ucapnya.

Indeks Sensex meluncur turun 2,56 persen atau 477,79 poin menjadi 18,080.34 poin pada sore hari.

Sebelumnya, Reserve Bank of India telah memperingatkan, bahwa peningkatan belanja publik pada tagihan makanan bisa memperdalam defisit pemerintah dan menyalakan inflasi yang sudah tinggi.

Rupee, seperti mata uang di pasar negara berkembang lainnya juga jatuh di tengah kekhawatiran dana investasi keluar karena ekonomi AS mulai pulih dan Federal Reserve AS akan kembali menggulung program stimulus.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Ekonomi...
Perbandingan Ekonomi India dengan Pakistan: Bak Langit dan Bumi
India Potong Pajak Kelas...
India Potong Pajak Kelas Menengah demi Dongkrak Daya Beli
PDB Meroket 8,2%, India...
PDB Meroket 8,2%, India Menegaskan Status Ekonomi Utama dengan Pertumbuhan Tercepat
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi dan Pelajaran dari India
Hubungan India-China...
Hubungan India-China Jadi Kunci Masa Depan Asia dan Dunia
ASEAN dan India Diprediksi...
ASEAN dan India Diprediksi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Global
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
11 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
48 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
beberapa waktu yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved