Rupiah anjlok, masyarakat beri penghargaan pemerintah
Kamis, 29 Agustus 2013 - 12:34 WIB
Rupiah anjlok, masyarakat beri penghargaan pemerintah
A
A
A
Sindonews.com - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sepekan terakhir membuat masyarakat Solo geram. Pasalnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar yang mencapai Rp11.000 lebih tersebut membuat harga kebutuhan pokok mulai terkerek naik.
Hal itu juga memicu salah soerang masyarakat Kota Solo, Bambang Saptono, menggelar aksi tunggal di Kompleks Bang Indonesia, cabang Solo. Dalam aksi tunggalnya tersebut bambang membawa plakat penghargaan yang bakal diberikan kepada pemerintah. Tidak hanya itu, Bambang juga mambawa kedelai, tahu dan tempe sebagai simbol makanan rakyat kecil.
“Saya mewakili masyarakat miskin Solo yang merasa keberatan akan nilai tukar rupiah yang terus melemah. Melemahnya tukar rupiah itu sangat terasa sekali bagi masyarakat, banyak kebutuhan pokok yang terus meningkat padahal pendapatan masyarakat itu masih tetap sama,” ucapnya dalam aksi tersebut, Kamis (29/8/2013).
Bambang mengatakan, tahu dan tempe yang dia bawa tersebut merupakan salah satu contoh makanan yang paling terkena imbas akan melemahnya nilai rupiah tersebut. Padahal tahu dan tempe merupakan makanan pokok yang dimiliki oleh rakyat kecil.
Bambang menyebutkan, jika melemahnya rupiah tidak segera diatasi oleh pemerintah, maka ditakutkan tidak hanya kedelai yang terkena imbasnya. Bahkan kebutuhan pokok lain juga akan terkena dampak secara langsung atas melemahnya nilai rupiah. Bahkan bambang menyebutkan krisis besar yang terjadi pada tahun 1998 bakal terulang kembali pada tahun ini.
“Tidak menutup kemungkinan akan terjadi seperti ini, yang jelas ini semua harus diatasi oleh pemerintah. Jika tidak, negara akan semakin hancur, tahu dan tempe saja ukurannya semakin mengecil, itu semua karena pemerintah yang lalai dan tidak mengurusi rakyat kecil,” sambungnya.
Usai melakukan aksi tunggal tersebut, Bambang kemudian memberikan plakat penghargaan serta kedelai dan tahu tempe kepada petugas Bank Indonesia cabang Solo.
Sementara itu, Kepala Unit Nasabah dan Kliring Bank Indonesia Solo, Atoet Sosetya mengatakan, nantinya penghargaan tersebut akan disampaikan kepada atasannya. Menurutnya pihaknya akan menyampaikan aspirasi dari bambang tersebut kepada pemerintah agar nantinya bisa ditindaklanjuti dengan baik.
Hal itu juga memicu salah soerang masyarakat Kota Solo, Bambang Saptono, menggelar aksi tunggal di Kompleks Bang Indonesia, cabang Solo. Dalam aksi tunggalnya tersebut bambang membawa plakat penghargaan yang bakal diberikan kepada pemerintah. Tidak hanya itu, Bambang juga mambawa kedelai, tahu dan tempe sebagai simbol makanan rakyat kecil.
“Saya mewakili masyarakat miskin Solo yang merasa keberatan akan nilai tukar rupiah yang terus melemah. Melemahnya tukar rupiah itu sangat terasa sekali bagi masyarakat, banyak kebutuhan pokok yang terus meningkat padahal pendapatan masyarakat itu masih tetap sama,” ucapnya dalam aksi tersebut, Kamis (29/8/2013).
Bambang mengatakan, tahu dan tempe yang dia bawa tersebut merupakan salah satu contoh makanan yang paling terkena imbas akan melemahnya nilai rupiah tersebut. Padahal tahu dan tempe merupakan makanan pokok yang dimiliki oleh rakyat kecil.
Bambang menyebutkan, jika melemahnya rupiah tidak segera diatasi oleh pemerintah, maka ditakutkan tidak hanya kedelai yang terkena imbasnya. Bahkan kebutuhan pokok lain juga akan terkena dampak secara langsung atas melemahnya nilai rupiah. Bahkan bambang menyebutkan krisis besar yang terjadi pada tahun 1998 bakal terulang kembali pada tahun ini.
“Tidak menutup kemungkinan akan terjadi seperti ini, yang jelas ini semua harus diatasi oleh pemerintah. Jika tidak, negara akan semakin hancur, tahu dan tempe saja ukurannya semakin mengecil, itu semua karena pemerintah yang lalai dan tidak mengurusi rakyat kecil,” sambungnya.
Usai melakukan aksi tunggal tersebut, Bambang kemudian memberikan plakat penghargaan serta kedelai dan tahu tempe kepada petugas Bank Indonesia cabang Solo.
Sementara itu, Kepala Unit Nasabah dan Kliring Bank Indonesia Solo, Atoet Sosetya mengatakan, nantinya penghargaan tersebut akan disampaikan kepada atasannya. Menurutnya pihaknya akan menyampaikan aspirasi dari bambang tersebut kepada pemerintah agar nantinya bisa ditindaklanjuti dengan baik.
(gpr)