Wall Street menguat didukung membaiknya ekonomi AS
Jum'at, 30 Agustus 2013 - 08:41 WIB
Wall Street menguat didukung membaiknya ekonomi AS
A
A
A
Sindonews.com - Indeks di Bursa Wall Street pada perdagangan Kamis Waktu Setempat ditutup reli didukung ekonomi Amarika Serikat (AS) yang menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Namun, ketidakpastian atas kemungkinan aksi militer ke Suriah memberi tekanan terhadap pasar saham.
Wall Street menguat di sebagian besar sesi perdagangan, namun penguatan mulai tergerus pada satu jam terakhir perdagangan di tengah kekhawatiran atas Suriah. Banyak investor berharap AS dan sekutunya menghentikan aksi militer terhadap Suriah.
"(Aksi militer) itu akan memberikan serangan ke pasar saham dan pasar tidak akan memberikan apresiasi terhadap akibat jika AS menyerang Suriah. Itu akan menciptakan efek lain di luar pasar yang tidak disadari, seperti dampak terhadap harga minyak dunia," kata Global Market Strategist JP Morgan Funds, Joe Tanious seperti dilansir Reuters, Jumat (30/8/2013).
Minyak mentah berjangka AS melonjak 2,2 persen pekan ini menyusul kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah jika aksi militer itu dilakukan.
Saham-saham naik setelah pemerintah AS mengatakan bahwa ekonomi tumbuh di atas perkiraan sebesar 2,5 persen pada kuartal II tahun ini. Sementara klaim pengangguran mingguan juga turun lebih dari estimasi pekan ini.
Pada perdagangan terakhir, indeks Dow Jones naik 16,36 poin atau 0,11 persen ke 14.840,87: indeks S&P 500 naik 3,21 poin atau 0,20 persen ke 1.638,17 dan Nasdaq naik 26,95 poin atau 0,75 persen ke 3.620,30.
Wall Street menguat di sebagian besar sesi perdagangan, namun penguatan mulai tergerus pada satu jam terakhir perdagangan di tengah kekhawatiran atas Suriah. Banyak investor berharap AS dan sekutunya menghentikan aksi militer terhadap Suriah.
"(Aksi militer) itu akan memberikan serangan ke pasar saham dan pasar tidak akan memberikan apresiasi terhadap akibat jika AS menyerang Suriah. Itu akan menciptakan efek lain di luar pasar yang tidak disadari, seperti dampak terhadap harga minyak dunia," kata Global Market Strategist JP Morgan Funds, Joe Tanious seperti dilansir Reuters, Jumat (30/8/2013).
Minyak mentah berjangka AS melonjak 2,2 persen pekan ini menyusul kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah jika aksi militer itu dilakukan.
Saham-saham naik setelah pemerintah AS mengatakan bahwa ekonomi tumbuh di atas perkiraan sebesar 2,5 persen pada kuartal II tahun ini. Sementara klaim pengangguran mingguan juga turun lebih dari estimasi pekan ini.
Pada perdagangan terakhir, indeks Dow Jones naik 16,36 poin atau 0,11 persen ke 14.840,87: indeks S&P 500 naik 3,21 poin atau 0,20 persen ke 1.638,17 dan Nasdaq naik 26,95 poin atau 0,75 persen ke 3.620,30.
(rna)
Lihat Juga :