Hatta: Rupiah menguat setelah BI Rate dinaikkan

Jum'at, 30 Agustus 2013 - 18:36 WIB
Hatta: Rupiah menguat...
Hatta: Rupiah menguat setelah BI Rate dinaikkan
A A A
Sindonews.com - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dalam beberapa hari terakhir membuat pemerintah sibuk membuat kebijakan.

Salah satunya, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 7,00 persen dari sebelumnya 6,5 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, dengan adanya kebijakan menaikkan BI Rate tersebut, membuat perekonomian Indonesia mulai kembali normal, meskipun tidak signifikan.

"Anda bisa lihat sendiri, nilai tukar rupiah mulai menguat kembali. Begitu pula dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga sudah mulai stabil," ujarnya saat ditemui di Apron Galaktika Bandara Sultan Hasanuddin, Jumat (30/8/2013).

Menurutnya, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), BI telah menaikkan BI Rate menjadi 7,00 persen, termasuk suku bunga lending facility (LF) sebesar 25 bps menjadi 7,00 persen, dan suku bunga deposit facility (DF) sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen adalah kebijakan yang tepat.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang ditemui usai menjemput Hatta mengatakan, perekonomian Indonesia sudah mulai kembali normal meskipun belum berdampak besar.

Syahrul mengatakan, demi menjaga stabilitas ekonomi pemerintah pusat harus memperhatikan dan memperkuat ekonomi di daerah. Hal itu karena agar dampak pelemahan ekonomi nasional tidak berdampak pada daerah.

Syahrul pun berharap dengan dikeluarkannya empat paket kebijakan pemerintah untuk menstabilkan perekonomian nasional bisa juga berdampak dan memperkuat ekonomi daerah.

"Hingga kini, Sulsel masih belum merasakan dampak pelemahan ekonomi nasional. Hal tersebut karena Sulsel bertumpu pada ekonomi agrobisnis yang dampaknya sangat kecil jika terjadi pelamahan ekonomi nasional," jelas dia.

Dia pun berharap pemerintah secepatnya menyalurkan stimulus kepada daerah. Sehingga daerah bisa menggunakan stimulus tersebut untuk penguatan ekonomi daerah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
38 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved