HET elpiji 3 kilogram di Jepara batal naik

Sabtu, 31 Agustus 2013 - 14:21 WIB
HET elpiji 3 kilogram...
HET elpiji 3 kilogram di Jepara batal naik
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Jawa Tengah batal menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram.Warga 'Kota Ukir' itu pun kini masih bisa menikmati gas bersubsidi dengan harga lama.

Kasubag Perekonomian Daerah, Bagian Perekonomian Setda Jepara, Sidik Yanutriyoto mengatakan, awalnya pemerintah berniat menaikkan harga elpiji melon. Sebab harga lama mengacu pada peraturan lama. Padahal, seiring waktu kondisi di lapangan berjalan dinamis. Salah satunya karena dampak kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu yang mengakibatkan biaya transportasi dan sebagainya ikut membengkak.

Namun, niat tersebut urung dilakukan seiring terbitnya surat edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah yang ditujukan kepada bupati dan walikota se-Jateng tentang penetapan HET elpiji 3 kilogram. SE tertanggal 22 Juli 2013 lalu tersebut berisi instruksi agar pemkab atau pemkot di Provinsi Jawa Tengah tidak menaikkan harga elpiji 3 kg.

Surat tersebut mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No 104/2007 tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga elpiji 3 kg yang berpijak pada ketentuan dari Kementerian ESDM RI.

“Isi SE tersebut jelas kami tidak boleh menaikkan HET. Dan, bagi bupati atau walikota yang sudah terlanjur menetapkan HET diminta untuk meninjau ulang,” ujar Sidik di Jepara, Sabtu (31/8/2013).

Saat ini, HET elpiji 3 kg di tingkat agen Jepara sebesar Rp13 ribu. Sedang di tingkat pangkalan harganya Rp15 ribu per tabung elpiji melon. Namun, di tangan konsumen harga yang ditolerir sebesar Rp16 ribu. Harga itu khusus untuk wilayah daratan Jepara.

Sementara untuk wilayah Kepulauan Karimunjawa yang ada di Laut Jawa, harganya bisa mencapai Rp21 ribu per tabung. Bahkan, untuk pulau terluar seperti Parang, Kemojan, Nyamuk, dan Genting harga tiap tabung elpiji melon bisa mencapai lebih Rp22 ribu.

Menurut Sidik, adanya perbedaan harga tersebut bisa dimaklumi. Sebab hal itu dipengaruhi oleh panjangnya mata rantai penjualan elpiji dari agen ke tangan konsumen.

“Kalau untuk wilayah Karimunjawa biaya transportasinya lebih besar. Makanya harga di sana juga lebih dibanding wilayah daratan Jepara,” terangnya.

Sementara itu, supervisor PT Koesputronegoro Nano S berharap ada penyesuaian harga elpiji 3 kg. Sebagai salah satu agen penyalur elpiji 3 kg di Jepara, pihaknya menilai kenaikan harga elpiji melon adalah sesuatu hal yang wajar. Sebab saat ini, kondisi di lapangan memang sudah berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Terlebih, baru-baru ini ada kenaikan harga BBM yang berimbas besar pada dunia usaha.

“Lebaran Idul Fitri kemarin, mestinya momentum yang tepat untuk penyesuaian harga elpiji 3 kg. Kami sudah berupaya menahan diri untuk tidak menaikkan harga. Tapi, kalau ternyata keputusan pemerintah seperti ini mau bagaimana lagi,” jelasnya.

Ditanya berapa harga ideal untuk tiap tabung elpiji bersubsidi tersebut, Nano mengatakan, tergantung tingkatan mata rantainya. Namun setidaknya ada kenaikan beberapa ribu. “Idealnya harga di tingkat agen itu Rp16 ribu per tabung,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Didorong...
Pemerintah Didorong Evaluasi Harga Gas Bumi
Gas Murah Industri Dipastikan...
Gas Murah Industri Dipastikan Lanjut, Berikut Skema Baru HGBT dan 7 Sektor Penerimanya
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Penetapan Harga Gas...
Penetapan Harga Gas Bumi Harus Mengakomodasi Kepentingan Semua Pihak
Industri Digerujuk Gas...
Industri Digerujuk Gas Murah, Negara Dapat Apa?
Harga Gas Murah Belum...
Harga Gas Murah Belum Terserap Maksimal, Menperin: Saya Juga Tak Mengerti
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
34 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
6 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
16 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved