IHSG berpotensi lanjutkan laju positif
Senin, 02 September 2013 - 08:20 WIB
IHSG berpotensi lanjutkan laju positif
A
A
A
Sindonews.com - Positifnya laju bursa saham Asia setelah terimbas kenaikan bursa saham Amerika Serikat (AS) berpengaruh positif pada laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di sisi lain, masih adanya respon positif pelaku pasar terhadap kenaikan BI rate dan kembalinya asing mencatatkan nett buy turut mempertahankan posisi IHSG di zona hijau.
Berkaitan dengan positifnya sentimen yang ada, Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, IHSG akan berada pada support 4.085-4.127 dan resistance 4.189-4.227.
Berpola menyerupai three white soldier mendekati middle bollinger bands (MBB). MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic melanjutkan upreversal dari area oversold.
"Kembali IHSG bergerak di atas target resisten kami (4.115-4.122). Diharapkan laju IHSG masih dapat positif untuk menutup gap I di 4.26-4.311 dan rilis inflasi masih inline dengan estimasi kami di 1,2 persen-1,3 persen. Di sisi lain, kami juga masih berharap untuk tidak digunakan untuk profit taking sesaat agar laju IHSG dapat bertahan positif," kata Reza, Senin (2/9/2013).
Menilik perdagangan akhir pekan kemarin, penguatan saham-saham aneka industri dan beberapa saham perbankan juga ikut menjaga hijaunya IHSG. Bahkan tidak terjadinya gejolak di pasar obligasi pasca kenaikan BI rate turut memberikan tambahan positif pada pasar saham.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.195,09 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.093,80 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.195,09. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik.
Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Laju bursa saham Asia mencoba bertahan di jalur hijau meski tipis setelah merespon positif langkah parlemen AS dan Inggris yang menolak melakukan invasi ke Suriah.
Di sisi lain, menguatnya sejumlah mata uang Asia antara lain baht, peso, rupee dan rupiah turut memberikan imbas positif pada laju bursa saham Asia.
Pelaku pasar juga merespon positif kenaikan industrial production YoY Korea Selatan meski yang MoM tercatat lebih rendah; kenaikan inflation rate YoY dan industrial production Jepang; dan bertambahnya private sector credit Australia.
Berkaitan dengan positifnya sentimen yang ada, Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, IHSG akan berada pada support 4.085-4.127 dan resistance 4.189-4.227.
Berpola menyerupai three white soldier mendekati middle bollinger bands (MBB). MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic melanjutkan upreversal dari area oversold.
"Kembali IHSG bergerak di atas target resisten kami (4.115-4.122). Diharapkan laju IHSG masih dapat positif untuk menutup gap I di 4.26-4.311 dan rilis inflasi masih inline dengan estimasi kami di 1,2 persen-1,3 persen. Di sisi lain, kami juga masih berharap untuk tidak digunakan untuk profit taking sesaat agar laju IHSG dapat bertahan positif," kata Reza, Senin (2/9/2013).
Menilik perdagangan akhir pekan kemarin, penguatan saham-saham aneka industri dan beberapa saham perbankan juga ikut menjaga hijaunya IHSG. Bahkan tidak terjadinya gejolak di pasar obligasi pasca kenaikan BI rate turut memberikan tambahan positif pada pasar saham.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.195,09 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.093,80 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.195,09. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik.
Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Laju bursa saham Asia mencoba bertahan di jalur hijau meski tipis setelah merespon positif langkah parlemen AS dan Inggris yang menolak melakukan invasi ke Suriah.
Di sisi lain, menguatnya sejumlah mata uang Asia antara lain baht, peso, rupee dan rupiah turut memberikan imbas positif pada laju bursa saham Asia.
Pelaku pasar juga merespon positif kenaikan industrial production YoY Korea Selatan meski yang MoM tercatat lebih rendah; kenaikan inflation rate YoY dan industrial production Jepang; dan bertambahnya private sector credit Australia.
(rna)
Lihat Juga :