Indeks manufaktur India terendah dalam 4 tahun
Senin, 02 September 2013 - 17:19 WIB
Indeks manufaktur India terendah dalam 4 tahun
A
A
A
Sindonews.com - HSBC melaporkan indeks manufaktur India menyusut untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat tahun pada Agustus 2013. Hal ini menjadi pukulan baru bagi pemerintah di tengah upaya meningkatkan nilai mata uang.
Indeks Manajer Pembelian (PMI ) India, yang memberikan gambaran tentang kesehatan manufaktur dari output ke pekerjaan, secara tak terduga anjlok ke posisi terendah menjadi 48,5 poin pada Agustus, dari bulan sebelumnya 51,1 poin. Hasil buruk tersebut dipimpin penurunan pesanan baru.
Indeks HSBC dipandang sebagai sinyal utama momentum ekonomi. Di mana angka lebih dari 50 sebagai perluasan kegiatan, sedangkan di bawah poin menunjukkan kontraksi. Data ini muncul di tengah kekhawatiran ekonomi India yang sempat booming berada di titik puncak krisis.
"Angka-angka ekonomi India yang sempat menunjukkan pertumbuhan kemungkinan akan melambat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang," kata Kepala Ekonom HSBC India, Leif Eskesen, yang mencatat kejatuhan dipimpin penurunan pesanan baru terutama ekspor, seperti dilansir dari AFP, Senin (2/9/2013).
Data India kontras dengan PMI China, yang menunjukkan aktivitas manufaktur menyeberangi level kunci, dari kontraksi ke ekspansi, naik menjadi 50,1 poin dari 47,7 poin pada bulan sebelumnya.
Data PMI India mengukuti data pertumbuhan ekonomi sebesar 4,4 persen dalam tiga bulan pertama tahun keuangan, sebagai laju paling lambat sejak krisis keuangan global empat tahun lalu.
"Dikombinasikan dengan ketidakpastian makroekonomi yang tinggi, ini akan terus membebani pertumbuhan (India) dalam beberapa bulan mendatang," ulas Eskesen.
India menghadapi krisis keuangan terburuk dalam lebih dari dua dekade, di mana rupee telah kehilangan nilainya sekitar 16 persen sejak awal tahun ini, rekor defisit transaksi berjalan dan melambatnya pertumbuhan ekonomi.
Indeks Manajer Pembelian (PMI ) India, yang memberikan gambaran tentang kesehatan manufaktur dari output ke pekerjaan, secara tak terduga anjlok ke posisi terendah menjadi 48,5 poin pada Agustus, dari bulan sebelumnya 51,1 poin. Hasil buruk tersebut dipimpin penurunan pesanan baru.
Indeks HSBC dipandang sebagai sinyal utama momentum ekonomi. Di mana angka lebih dari 50 sebagai perluasan kegiatan, sedangkan di bawah poin menunjukkan kontraksi. Data ini muncul di tengah kekhawatiran ekonomi India yang sempat booming berada di titik puncak krisis.
"Angka-angka ekonomi India yang sempat menunjukkan pertumbuhan kemungkinan akan melambat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang," kata Kepala Ekonom HSBC India, Leif Eskesen, yang mencatat kejatuhan dipimpin penurunan pesanan baru terutama ekspor, seperti dilansir dari AFP, Senin (2/9/2013).
Data India kontras dengan PMI China, yang menunjukkan aktivitas manufaktur menyeberangi level kunci, dari kontraksi ke ekspansi, naik menjadi 50,1 poin dari 47,7 poin pada bulan sebelumnya.
Data PMI India mengukuti data pertumbuhan ekonomi sebesar 4,4 persen dalam tiga bulan pertama tahun keuangan, sebagai laju paling lambat sejak krisis keuangan global empat tahun lalu.
"Dikombinasikan dengan ketidakpastian makroekonomi yang tinggi, ini akan terus membebani pertumbuhan (India) dalam beberapa bulan mendatang," ulas Eskesen.
India menghadapi krisis keuangan terburuk dalam lebih dari dua dekade, di mana rupee telah kehilangan nilainya sekitar 16 persen sejak awal tahun ini, rekor defisit transaksi berjalan dan melambatnya pertumbuhan ekonomi.
(dmd)
Lihat Juga :