Dibayangi sentimen negatif, IHSG berpotensi melemah

Selasa, 03 September 2013 - 08:01 WIB
Dibayangi sentimen negatif,...
Dibayangi sentimen negatif, IHSG berpotensi melemah
A A A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menerangkan, kombinasi antara tingginya inflasi dan besarnya defisit perdagangan akan memberi tekanan kepada nilai tukar rupiah dan susutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, yang pada akhirnya akan menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Secara teknikal pun, IHSG membentuk pola bearish yang artinya secara grafik mulai menukik ke bawah atau melemah.

"Rentang IHSG 4.039-4.185. Pola black opening marubozu terbentuk atas IHSG mengindikasikan bearish reversal di hari ini," kata Edwin, Selasa (3/9/2013).

Dari luar negeri, di tengah tutupnya Wall Street, perhatian beralih ke Bursa Eropa dimana terdapat berita hampir finalnya kesepakatan Vodavone (emiten telco asal Inggris) menjual 45 persen kepemilikannya di Verizon Wireless ke Verizon Communication senilai USD202,11 miliar.

Di sisi lain, naiknya PMI manufacturing zona Eropa bulan Agustus ke level tercepat sejak Mei 2011, yakni 51,4 dibanding data Juli di level 50,3 dan tumbuhnya PMI Inggris bulan Agustus tercepat 2-1/2 tahun terakhir turut mengalihkan perhatian pasar.

Dari dalam negeri, inflasi YTD (Januari-Agustus) mencapai 7,94 persen dan yoy 8,79 persen, sedangkan defisit perdagangan Juli mencapai USD2,31 miliar atau secara kumulatif (Januari-Juli), defisit menjadi USD5,65 miliar.

"Apa yang menjadi kekhawatiran saya yakni inflasi Agustus hanya 1 persen dan defisit perdagangan USD850 juta ternyata meleset karena yang terjadi lebih parah dari perkiraan awal," kata Edwin.

Merujuk besarnya inflasi YTD mencapai 7,94 persen, dengan sisa waktu empat bulan lagi semakin besar juga tercapai inflasi akhir 2013 sebesar 9,5 persen karena hanya butuh kenaikan perbulannya 0,39 persen, dimana itu artinya kenaikan BI rate minggu lalu 50 basis poin menjadi tidak relevan, sehingga BI rate berpeluang kembali naik 50 basis poin.

Dari sisi defisit perdagangan Juli yang mencapai level tertinggi sejak tahun 1900, yakni USD2,31 miliar juga ternyata lebih parah dari perkiraan yang hanya USD850 juta. Lebih lanjut, Indonesia HSBC Manufacturing PMI bulan Agustus turun ke level 48,5, jauh lebih rendah dibandingkan data Juli di level 50,7.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
IHSG Diperkirakan Bergerak...
IHSG Diperkirakan Bergerak Tertahan di Kisaran Level 5.016-5.202
IHSG Bertahan Menghijau,...
IHSG Bertahan Menghijau, Melesat 48 Poin di Akhir Sesi
Berita Terkini
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
17 menit yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
22 menit yang lalu
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
1 jam yang lalu
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
3 jam yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
3 jam yang lalu
Infografis
Wilayah Pesisir yang...
Wilayah Pesisir yang Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga 21 Juni
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved