Rupiah sore ini kembali longsor
Selasa, 03 September 2013 - 16:16 WIB
Rupiah sore ini kembali longsor
A
A
A
Sindonews.com - Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari kedua pekan ini kembali melemah setelah sempat menunjukkan penguatannya di tengah positiynya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Selasa(3/9/2013) berada di level Rp10.983/USD, longsor 61 poin dibanding hari kemarin di level Rp10.922/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sore ini berada di level Rp11.445/USD, melemah sebanyak 74 poin bila dibanding sore kemarin di level Rp10.371/USD. Sementara pukul 09.30 WIB tadi, rupiah berada di level Rp11.308/USD dan siangnya menguat ke level Rp11.035/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik berada di Rp10.975/USD dengan kisaran Rp11.035-Rp10.065/USD. Posisi itu melemah 60 poin dibanding Senin (2/9/2013) di Rp10.915/USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp10.978/USD, terdepresiasi 60 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp10.918/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti menuturkan, gerak rupiah pada perdagangan hari ini masih dipengaruhi membengkakanya defisit neraca perdagangan hingga USD2,31 miliar dari sebelumnya USD877 juta akibat defisit komoditi minyak dan gas sebesar USD1,86 miliar dan nonmigas USD0,45 miliar.
Sementara inflasi Agustus menurun menjadi 1,12 persen atau meningkat menjadi 8,79 persen secara year on year dari sebelumnya 8,61 persen. Adapun lelang sukuk pemerintah hari ini, belum mampu mendongkak rupiah.
"Kembali membengkaknya defisit neraca perdagangan menjadi perhatian serius pelaku pasar terkait dengan kekhawatiran terhadap cadangan devisa Indonesia saat ini, sehingga kembali menambah tekanan terhadap rupiah," kata dia.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Selasa(3/9/2013) berada di level Rp10.983/USD, longsor 61 poin dibanding hari kemarin di level Rp10.922/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sore ini berada di level Rp11.445/USD, melemah sebanyak 74 poin bila dibanding sore kemarin di level Rp10.371/USD. Sementara pukul 09.30 WIB tadi, rupiah berada di level Rp11.308/USD dan siangnya menguat ke level Rp11.035/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik berada di Rp10.975/USD dengan kisaran Rp11.035-Rp10.065/USD. Posisi itu melemah 60 poin dibanding Senin (2/9/2013) di Rp10.915/USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp10.978/USD, terdepresiasi 60 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp10.918/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti menuturkan, gerak rupiah pada perdagangan hari ini masih dipengaruhi membengkakanya defisit neraca perdagangan hingga USD2,31 miliar dari sebelumnya USD877 juta akibat defisit komoditi minyak dan gas sebesar USD1,86 miliar dan nonmigas USD0,45 miliar.
Sementara inflasi Agustus menurun menjadi 1,12 persen atau meningkat menjadi 8,79 persen secara year on year dari sebelumnya 8,61 persen. Adapun lelang sukuk pemerintah hari ini, belum mampu mendongkak rupiah.
"Kembali membengkaknya defisit neraca perdagangan menjadi perhatian serius pelaku pasar terkait dengan kekhawatiran terhadap cadangan devisa Indonesia saat ini, sehingga kembali menambah tekanan terhadap rupiah," kata dia.
(rna)