Dua calon Deputi Gubernur Senior BI ikuti uji kelayakan

Selasa, 03 September 2013 - 18:55 WIB
Dua calon Deputi Gubernur...
Dua calon Deputi Gubernur Senior BI ikuti uji kelayakan
A A A
Sindonews.com - Komisi XI DPR RI hari ini (3/9/2013) menggelar fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) dalam rangka calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Ada dua orang kandidat yang menjadi calon, yaitu Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Mirza Adityaswara dan Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan.

Sesi tanya jawab diberikan terlebih dahulu kepada Mirza. Dia menjelaskan beberapa hal terkkait moneter. Banyak hal yang diutarakan pada Mirza, diantaranya jumlah pengguna ponsel (melek teknologi) dan jumlah rekening bank cukup jomplang.

"Jumlah pengguna ponsel di Indonesia 120 persen dari keseluruhan masyarakat. Sedangkan jumlah rekening tabungan hanya 50 persen," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Selain itu, ketika ditanya mengenai nilai tukar rupiah, Mirza menyebut langkah BI dalam menaikkan BI Rate sudah tepat agar rupiah tetap stabil.

"Untuk menahan rupiah bunga harus dinaikan, karena kalau tidak memberikan respon maka rupiah akan terus goyang," katanya.

Sementara, Anton Gunawan memberikan argumentasi berbeda. Dia terang-terangan menolak kenaikan BI Rate karena justru dapat menimbulkan ketidakstabilan dan akan berdampak pada korporasi dan pekerja. "Bukan tidak mungkin lay off akan terjadi," kata Anton.

Dia juga melihat apabila BI terlalu sering memberikan kenaikan suku bunga model ini, maka akan berpengaruh terhadap kredibilitas BI Rate sendiri ke depannya. "Sekarang pasar bukan melihat BI Rate saja, tetapi FASBI, dan Suku bunga LPS," tuturnya.

Ketika ditanya mengenai apa yang akan dilakukan apabila rupiah menyentuh angka Rp13.000/USD, Anton juga memilih untuk melihat situasi eksternal terlebih dahulu, apakah pelemahan mata uang terjadi di Indonesia saja ataukah secara global. Dia juga akan meminta pasar tidak panik karena BI akan melakukan usaha.

"Tentunya tetap perlu jaga cadev (cadangan devisa) dan second line defense yang lain, intervensi juga perlu dilakukan," pungkas Anton.

Fit and proper test yang dimulai pukul 14.00 ini ditutup pada pukul 18.00 untuk segera diambil keputusan siapa yang akan menjadi Deputi Gubernur Senior BI oleh Komisi XI besok siang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
2 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
2 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
3 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
3 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved