Rupiah berpeluang melemah lagi
Rabu, 04 September 2013 - 08:34 WIB
Rupiah berpeluang melemah lagi
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diproyeksi akan kembali memasuki tren pelemahan diwarnai berita tentang semakin lebarnya defisit neraca perdagangan.
Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, rilis defisit perdagangan yang semakin melebar baru direspon negatif oleh pelaku pasar.
"Dengan melebarnya defisit tersebut maka akan timbul persepsi bahwa nilai impor yang sangat lebih besar dari nilai ekspor akan mengganggu laju tukar rupiah," kata Reza, Rabu (4/9/2013).
Adapun untuk pergaerakan hari ini, dirinya memproyeksikan rupiah akan bergerak pada renatang Rp10.900-11150 per USD berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI).
Proyeksi pelemahan ini juga sejalan dengan pergerakan rupiah sebelumnya, dimana laju rupiah yang diharapkan dapat stabil kembali menunjukkan pelemahan tajamnya.
"Kali ini pelemahan rupiah bergerak melemah sendiri tidak dibarengi dengan kondisi pasar saham yang justru positif," tutup dia.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Selasa(3/9/2013) berada di level Rp10.983/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sore kemarin berada di level Rp11.445/USD, melemah sebanyak 74 poin bila dibanding sebelumnya di level Rp10.371/USD. Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik berada di Rp10.975/USD dengan kisaran Rp11.035-Rp10.065/USD.
Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, rilis defisit perdagangan yang semakin melebar baru direspon negatif oleh pelaku pasar.
"Dengan melebarnya defisit tersebut maka akan timbul persepsi bahwa nilai impor yang sangat lebih besar dari nilai ekspor akan mengganggu laju tukar rupiah," kata Reza, Rabu (4/9/2013).
Adapun untuk pergaerakan hari ini, dirinya memproyeksikan rupiah akan bergerak pada renatang Rp10.900-11150 per USD berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI).
Proyeksi pelemahan ini juga sejalan dengan pergerakan rupiah sebelumnya, dimana laju rupiah yang diharapkan dapat stabil kembali menunjukkan pelemahan tajamnya.
"Kali ini pelemahan rupiah bergerak melemah sendiri tidak dibarengi dengan kondisi pasar saham yang justru positif," tutup dia.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Selasa(3/9/2013) berada di level Rp10.983/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sore kemarin berada di level Rp11.445/USD, melemah sebanyak 74 poin bila dibanding sebelumnya di level Rp10.371/USD. Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik berada di Rp10.975/USD dengan kisaran Rp11.035-Rp10.065/USD.
(rna)