Rupiah siang ini di level Rp11.433/USD
Rabu, 04 September 2013 - 12:24 WIB
Rupiah siang ini di level Rp11.433/USD
A
A
A
Sindonews.com - Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) siang hari ini makin tertekan seiring terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Berdasarkan data Bloomberg siang ini, rupiah berada di level Rp11.433/USD atau melemah dibanding pukul 09.30 WIB tadi yang berada di level Rp11.235/USD. Sementara pada sore kemarin, rupiah ditutup di level Rp11.445/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik berada di level Rp11.085/USD, dengan kisaran Rp11.105/USD. Posisi tersebut melamah dibanding pagi tadi di level Rp11.055/USD. Sedangkan hari kemarin rupiah berada di harga Rp10.975/USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.088/USD, terdepresiasi sebesar 110 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp10.978/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti menuturkan, gerak IHSG yang memerah memberi sentimen negatif terhadap mata uang domestik.
"Selain itu, defisit neraca perdagangan yang makin melebar hingga USD2,31 miliar juga mendorong melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang USD," kata dia.
Berdasarkan data Bloomberg siang ini, rupiah berada di level Rp11.433/USD atau melemah dibanding pukul 09.30 WIB tadi yang berada di level Rp11.235/USD. Sementara pada sore kemarin, rupiah ditutup di level Rp11.445/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik berada di level Rp11.085/USD, dengan kisaran Rp11.105/USD. Posisi tersebut melamah dibanding pagi tadi di level Rp11.055/USD. Sedangkan hari kemarin rupiah berada di harga Rp10.975/USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.088/USD, terdepresiasi sebesar 110 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp10.978/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti menuturkan, gerak IHSG yang memerah memberi sentimen negatif terhadap mata uang domestik.
"Selain itu, defisit neraca perdagangan yang makin melebar hingga USD2,31 miliar juga mendorong melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang USD," kata dia.
(rna)